Menhub Apresiasi Program Digital Angkasa Pura II



Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi langkah PT Angkasa Pura II (Persero) yang meluncurkan program aplikasi Indonesia Airports yang bertepatan dengan digelarnya seminar dengan tema “Kebangkitan Bandara Digital Indonesia” di Kantor Pusat Angkasa Pura II, Tangerang, Sabtu (20/5).

“Saya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh AP II dan stakeholder karena yang membuat satu entitas itu kadang-kadang terlena, dia tidak sadar. Karena AP II ini bersaing dengan Changi, Incheon, dia tidak sadar bahwa dia bersaing. Dengan kesadaran membuat digital itu suatu sarana untuk membangkitkan semangat baru dengan cara baru, ini satu tataran yang luar biasa dan baik,” ucap Budi yang ditemui usai menjadi pembicara pada acara seminar, Sabtu (22/5).

Menurut Budi, bandara ini tempat yang prestisius bagi suatu bangsa. Kolaborasi antar suatu airport dengan bagus, dengan layanan digital yang bagus, memberikan suatu tingkat apresisasi masyarakat dunia kepada Indonesia pasti.

“Karena begitu dia datang, langsung lihat smartphone-nya, ‘apa yang ada di sini?’. Ini tergambar semuanya. Jadi dia bisa melihat langsung, dan juga secara digital. Apa yang ada di sini, langsung bisa diukur. Sehingga kalau kita bisa advance seperti halnya dengan Jepang, sama baiknya dengan China, sama baiknya dengan Amerika, InsyaAllah peringkat Soekarno Hatta yang (peringkat) 44 itu bisa jadi (peringkat) 30, lompat 15 lagi. Tahun depan lagi jadi (peringkat) 15,” tambah Budi.

Disinggung bagaimana implementasi dari program digital yang digagas oleh AP II, Budi menyebut banyak sekali hal-hal yang dicakup pada program aplikasi ini. “kalau yang sederhana kan tiket, taksi, bagasi, makanan apa segala macam, bisa dilakukan. Jadi banyak aplikasinya. Tapi pak Awal (Presiden Director AP II, Muhammad Awaluddin) pasti lebih banyak kemampuan untuk menjelaskan itu, karena itu memang akan detail,” papar Budi.

Apakah nantinya program digital ini akan didorong untuk semua bandara? Menurut Budi, bandara lain harus ikut. “Apalagi tadi sudah dinyatakan, ‘ini tidak ada lagi sekat antara airport operator dengan airline, dengan AirNav. Dengan suatu sistem tertentu, kita akan mengelola ini secara efisien, dan memuaskan pelanggan.”

Sedangkan untuk bandara-bandara yang dikelola oleh Kemenhub, menurut Budi, pihaknya tidak malu untuk belajar dengan AP II. “Tapi sekarang ini kepada bandara-bandara yang dikelola AP 1 dan AP 2. Karena banyak sekali tugas-tugas negara di ujung-ujung negara ini. Tapi ini harus dilakukan ke depannya,” tutup Budi.

Foto: Fikri Izzudin Noor / IndoAviatio.co.id

Be the first to comment

Leave a Reply