Categories
Sundry Tales

Masyarakat Transportasi Udara Galang Bantuan bagi Korban Gempa Lombok

Masyarakat Transportasi Udara peduli bencana. Kali ini kepedulian itu ditujukan pada korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya di wilayah Lombok Timur dan Lombok Utara. Digerakkan oleh Otoritas Bandar Udara (OBU) Wilayah I Soekarno-Hatta Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, digalang bantuan untuk korban gempa bumi di Lombok yang melibatkan para pemangku kepentingan […]

Masyarakat Transportasi Udara peduli bencana. Kali ini kepedulian itu ditujukan pada korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya di wilayah Lombok Timur dan Lombok Utara. Digerakkan oleh Otoritas Bandar Udara (OBU) Wilayah I Soekarno-Hatta Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, digalang bantuan untuk korban gempa bumi di Lombok yang melibatkan para pemangku kepentingan penerbangan.

“Sudah seharusnya kita peduli kepada saudara-saudara kita yang terkena dampak bencana gempa bumi di NTB. Apapun bentuk bantuannya, mereka akan sangat senang dan terbantu,” ujar M Pramintohadi Sukarno, Pelaksana Tugas Dirjen Perhubungan Udara dalam acara Gerakan Nasional Masyarakat Transportasi Udara “Peduli Lombok” di Kantor OBU Wil I Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (23/8/2018).

Pramintohadi mengatakan, bantuan dari masyarakat penerbangan yang sudah terkumpul saat ini berupa donasi uang, barang, dan bahan makanan.Ada juga bantuan non material, seperti diskon biaya pengangkutan dan perpanjangan jam operasional Bandara Internasional Lombok (BIL). “Saya coba komunikasikan dengan teman-teman di sana, apa saja yang mereka butuhkan. Jadi, apa yang kita kumpulkan saat ini adalah apa yang mereka butuhkan,” ucapnya.

Menurut Pramintohadi, semua bantuan dicatat dan didistribusikan kepada korban. Proses pendistribusiannya melibatkan OBU Wil I Soekarno-Hatta dan OBU Wil IV I Gusti Ngurah Rai, serta pemerintah daerah setempat.

Kepala Kantor OBU Wil I Bagus Sunjoyo, mengajak Komunitas Bandara Soekarno-Hatta (Kombatta) untuk memberikan bantuan bagi korban gempa di Lombok. “Bantuan bisa diberikan langsung pada panitia di Kantor OBU Soekarno-Hatta,” ujarnya. Turut berpartisipasi dalam memberikan bantuan Kantor OBU Wil IV I Gusti Ngurah Rai dan hadir Kepala Kantornya, Herson.

Perwakilan Kombatta yang juga CEO Indonesia AirAsia Group, Dendy Kurniawan menyatakan komitmen untuk membantu korban bencana di NTB. “Apa yang bisa kami bantu akan kami bantu dan berharap bantuan tidak akan berhenti di sini. Kami akan selalu memberikan dukungan bantuan penerbangan dari Jakarta atau tempat lain untuk mengangkut bantuan ke Lombok dan sekitarnya,” ujarnya.

PT Angkasa Pura (AP) I yang diwakili Corporate Secretary Handy Heryudhitiawan mengatakan, merupakan hal yang sangat baik untuk saling berbagi dan membantu saudara-saudara kita di Lombok dan sekitarnya yang tengah terkena bencana. “Sebelumnya, kami juga sudah menggalang dana bantuan, yang saat ini sudah terkumpul antara Rp700-800juta,” ujarnya.

Penggalangan dan pengiriman bantuan yang dikoordinasikan pemerintah itu dikukuhkan dalam dua surat yang dikeluarkan oleh Ditjen Perhubungan Udara pada tanggal 13 Agustus 2018. Surat pertama perihal “Dukungan Pengangkutan Bantuan Kemanusiaan Bencana Gempa Bumi di Lombok”. Disebutkan, maskapai penerbangan diharapkan dapat memberikan dukungan pembebasan biaya pengangkutan bagasi/kargo apabila terdapat lembaga/masyarakat yang akan memberikan bantuan kemanusiaan untuk bencana gempa bumi di Lombok.

Sementara itu, surat kedua perihal “Permohonan Bantuan Dukungan Partisipasi Gempa Lombok”. Melalui DKPPU (Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara) mengimbau seluruh operator penerbangan AOC 121 untuk berpartisipasi mengirimkan relawan sampai ke lokasi bencana.

Menurut Pramintohadi, sejak kejadian gempa, stakeholder penerbangan sudah melakukan beberapa langkah antisipatif, seperti pengecekan bandara dan memastikan operasional penerbangan untuk proses evakuasi bisa berjalan dengan baik.

Berdasarkan instruksi Plt Dirjen Perhubungan Udara, AP I mengoperasikan BIL 24 jam pada 6-9 Agustus 2018 untuk melayani 16 penerbangan ekstra. Instruksi ini juga menyangkut pembukaan Bandara Selaparang untuk mengakomodasi bantuan kemanusiaan dari penerbangan militer mulai 8 Agustus 2018.

Berikut ini adalah bantuan dari masyarakat transportasi udara yang dikoordinasikan oleh Ditjen Perhubungan Udara.
– Kantor OBU Wil I Soekarno-Hatta: Barang-barang keperluan sehari-hari, makanan, pakaian layak pakai, dan obat-obatan.
– Kantor OBU Wil IV I Gusti Ngurah Rai: Tenda ukuran kecil, pakaian bayi dan anak-anak, enam kardus pakaian bekas untuk orang dewasa yang layak pakai, serta satu tas mainan anak-anak.
– AirNav Indonesia: 10 tenda komando berukuran 13x4x3 meter.
– AP I: Paket sembako, makanan, selimut, alas tidur, toilet portable, akses internet gratis bagi 6.000 orang penumpang yang terdampar di BIL, bantuan bagi BPBD Lombok berupa 1.000 sarung, 2.400 selimut, 1.000 mukena, 1.000 pasang sandal, 1.000 botol minyak kayu putih, 1.000 botol obat nyamuk, dan lima tenda peleton; . berencana memberikan bantuan untuk kegiatan Komunitas Transportasi Udara Peduli Lombok.
– AP II: 150 tenda komando ukuran 5×7 meter, yang diserahkan ke Posko BUMN Peduli di Lombok Utara.
– Garuda Indonesia: Sembako, dana via Bank Mandiri sebagai Koordinator BUMN sesuai rekomendasi Kemeneg BUMN, diskon 50 persen tarif kargo untuk pengiriman bantuan ke Lombok, dan mengirimkan 25 relawan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) ke Lombok serta akan mengalokasikan bantuan pada minggu depan. Bantuan diserahkan melalui dana corporate social responsibility (CSR).
– Citilink Indonesia: Program CSR dan Citilink Peduli, di antaranya kerja sama dengan PMI mengangkut 12 ton cargo free, menyalurkan 100kg bagasi gratis dan cargo free, juga diskon 50% angkutan kargo dari institusi/pribadi/relawan.
– AirAsia Indonesia: 300 selimut, 200 boks mie instan, 35 tikar, 300 boks air mineral, lima tenda, obat-obatan, 80 sarung.
– Sriwijaya Air Group: 10 ton beras dan 100 boks air mineral yang dikirim melalui CSR untuk Lombok bekerja sama dengan Polda NTB, program FOC untuk pengangkutan kargo dari institusi/pribadi berupa 15 tenda peleton dan terpal, juga logistik (pakaian, makanan, selimut) sumbangan dari seluruh karyawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.