Maskapai Perang Tarif, Ini Komentar Menteri Perhubungan…



Sejumlah maskapai penerbangan melakukan perang tarif untuk mendapatkan pangsa pasar dan merebut hati para penumpang. Menteri Perhubungan Ignasius Jonan pun mengaku heran dengan yang dilakukan oleh maskapai-maskapai penerbangan itu, khususnya dari kalangan maskapai penerbangan berbiaya rendah (low-cost carrier/LCC).

Jonan menuturkan, akibat perang harga yang dilakukan oleh maskapai penerbangan, industri penerbangan di Indonesia mengalami anomali, yaitu penumpang penerbangan mengalami pertumbuhan positif namun pendapatan maskapai penerbangan mengalami penurunan. “Itu sebabnya saya heran dengan airline, kenapa ingin murah-murahan sampai nggak masuk akal. Saya nggak ngerti, mungkin saya yang kurang cerdas,” kata Jonan.

Menurut Jonan, saat ini pendapatan maskapai penerbangan turun sekitar 1-2 persen. Dia mengatakan, pelaku industri penerbangan masih cukup beruntung di tengah turunnya pendapatan, harga bahan bakar pesawat atau avtur juga turun sehingga bisa menekan biaya operasional maskapai penerbangan.

Sementara itu, Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo mengatakan bahwa jumlah pesawat yang berada di Indonesia sudah terlalu banyak alias kelebihan kapasitas. Oleh karena itu, perang tarif yang dilakukan maskapai penerbangan sudah tidak bisa dihindari lagi. Arif juga menilai pertumbuhan jumlah penumpang penerbangan di Indonesia masih belum sebanding dengan ekspansi agresif yang dilakukan oleh maskapai penerbangan.

Foto: Istimewa

Be the first to comment

Leave a Reply