Maskapai AS Kompak Tutup Penerbangan ke Dubai



Dua maskapai penerbangan asal Amerika Serikat (AS), Delta Air Lines dan United Airlines, sepertinya cukup kompak dengan menutup rute penerbangannya menuju Dubai, Uni Emirate Arab. Mereka melakukan penutupan sebagai bentuk protes lantaran maskapai-maskapai penerbangan Timur Tengah dianggap mendapatkan subsidi yang sangat besar dari pemerintah masing-masing.

United Airlines berhenti melayani rute penerbangan antara Washington Dulles dan Dubai mulai bulan depan. United Airlines menuduh maskapai penerbangan Timur Tengah seperti Etihad Airways, Emirates, dan Qatar Airways mendapatkan subsidi dari pemerintah, dan pemerintah Amerika Serikat sendiri tidak berbuat apa-apa ketika maskapai-maskapai penerbangan itu membanjiri pasar penerbangan Amerika Serikat. Pengumuman yang dilakukan oleh United Airlines ini hanya berselang enam minggu setelah Delta Air Lines mengatakan akan menutup rute penerbangan Atlanta-Dubai mulai Februari 2016 dengan alasan yang sama.

“Karena ekspansi yang dilakukan oleh maskapai penerbangan Timur Tengah dan keputusan pemerintah Amerika Serikat baru-baru ini, kami menghentikan layanan penerbangan Washington Dulles-Dubai. Keberangkatan terakhir kami dari Washington DC ke Dubai akan dilakukan pada 23 Januari 2015 dan keberangkatan terakhir dari Dubai pada 25 Januari 2016. Mitra kami seperti Lufthansa Group dan Air Canada akan tetap melayani penerbangan ke Dubai,” kata United Airlines.

Menurut United Airlines, dalam waktu tujuh tahun terakhir perusahaan cukup sukses dalam melayani rute penerbangan Washington Dulles-Dubai. Namun, masuknya maskapai-maskapai penerbangan yang mendapatkan subsidi seperti Emirates dan Etihad Airways ke Washington DC, membuat pasar menjadi tidak berimbang antara suplai dan permintaan untuk penerbangan ke Uni Emirate Arab. “Karena mereka mendapatkan subsidi kapasitas, rute penerbangan Washington-Dubai milik kami menjadi kurang menguntungkan,” papar United Airlines.

Selain itu, United Airlines juga memprotes keputusan pemerintah Amerika Serikat yang telah memberikan izin kerjasama codeshare antara maskapai penerbangan Amerika Serikat, JetBlue, dengan Emirates pada rute penerbangan Washington-Dubai di tahun 2016 mendatang. “Kami secara resmi telah memprotes keputusan ini, tetapi kami tidak berhasil. JetBlue tidak memiliki layanan ke Timur Tengah dan tidak ada keberadaannya di kawasan ini. Kerjasama codeshare dengan Emirates, semata-mata hanya akan menanggung operasional rute ini dan akan membawa sekitar 15.000 karyawan pemerintah Amerika Serikat, termasuk personil militer aktif yang bertugas, yang secara resmi didanai oleh pembayar pajak Amerika Serikat,” kata United Airlines.

Foto: Istimewa

Be the first to comment

Leave a Reply