Lokasi DHC4 Caribou PK-SWW Ditemukan Sesaat Setelah Jatuh



Pesawat DHC4 Caribou.

Pesawat DHC4 Caribou yang jatuh di lokasi antara Ilaga Pass dan Jila Pass telah ditemukan beberapa saat setelah hilang kotak. Pesawat yang dioperasikan oleh Alfa Indonesia yang dipiloti oleh Capt. Farhat Limi dan FO R Fendi Ardianto ini sempat memancarkan signal ELT (Emergency Locator Transmitter) dan diterima oleh petugas tower Timika, yang mengindikasikan lokasinya berada di antara Ilaga Pass dan Jila Pass.

Hingga kini upaya evakuasi masih terus dilakukan. Badan SAR telah membuka posko di Timikia, dan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah mengumpulkan data-data awal perihal kecelakaan pesawat cargo itu. Pesawat Caribou berangkat dari Timika pukul 22:57 UTC (07.57 WIT), dan dijadwalkan mendarat di Ilaga pukul 23:22 UTC (08.22 WIT). Sebelum jatuh, awak pesawat sempat melakukan kontak pertama dengan menara Ilaga dan menyampaikan perkiraan tiba di lokasi, namun hingga jadwal kedatangan yang diperkirakan, DHC4 Caribou tak kunjung tiba. Pencarian pesawat pun segera dilakukan sesuai prosedur.

Kepala SAR Timika Mahfud mengatakan, pesawat itu ditemukan di ketinggian 12.000 kaki atau sekitar 3.650 meter di atas permukaan air laut. Sementara Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan mengatakan, pesawat itu terlihat di wilayah Ilaga pada koordinat 4 derajat 6 menit 27 detik Lintang Selatan dan 137 derajat 38 menit 79 detik Bujur Timur. Kondisi pesawat dan awak di dalamnya belum diketahui.

Pesawat diterbangkan oleh Capt. Farhat Limi, First Officer (FO) R Fendi Ardianto, Engineer Steven dan Flight Operation Officer (FOO) Andi Baringan.

DHC4 Caribou merupakan pesawat buatan de Havilland Canada. Pesawat bermesin dua ini didesain khusus untuk angkutan kargo, dan memiliki kemampuan tinggal landas dan mendarat pada jarak pendek. Caribou pertama kali dibuat tahun 1958, dan diproduksi hingga tahun 1968 sebanyak 307 unit.

Foto: Istimewa