LIPNUR Belalang, Hasil Konvensi Piper Cub



Belalang merupakan pesawat ringan produksi LIPNUR (asal mula IPTN, sekarang PT Dirgantara Indonesia). Pesawat ini merupakan pengembangan atau konvensi dari varian Piper L-4J Cub, namun menggunakan desain low wing (sayap rendah). Ini tentu saja berbeda dengan L-4J yang mengadopsi desain high wing (sayap tinggi). Varian Belalang ini menggunakan kode NU-85/90 dikembangkan setelah sebelumnya LIPNUR juga mengembangkan prototype pesawat latih NU-25 Kunang.

Prototipe pesawat ini terbang perdana pada 17 April 1958 dan produksi pertama NU-90 dilaksanakan pada tahun 1959. Pesawat ini oleh AURI (sekarang TNI AU) digunakan sebagai pesawat latih. Pesawat ini menggunakan mesin Continental O-200-A model 90 A dengan power 75 kW (100 hP), menggantikan varian mesin Continental C-90-12F yang hanya berkekuatan 67 kW (90 hP). Pesawat ini oleh AURI (sekarang TNI AU), TNI AD dan Sekolah Penerbang LPPU Curug digunakan untuk mendidik calon penerbang di Akademi Angkatan Udara di Yogyakarta, Sekolah Penerbang Angkatan Darat di Semarang, dan terakhir Sekolah Penerbang LPPU Curug (sekarang STPI Curug) di Tangerang.

Varian dari keluarga Belalang antara lain, Belalang 85 yang merupakan prototipe atau purwarupa pesawat, Belalang 90 yang diproduksi sebanyak 5 unit, dan Belalang 90A dengan menggunakan mesin Continental O-200-A model 90 A berkekuatan 100 hP, penggunaan glass cockpit, penggeseran kanopi dan perubahan pada bagian-bagian roda pesawat.

LIPNUR Belalang diawaki oleh 2 pilot. Belalang memiliki panjang 7,7 meter, bentang sayap 9,5 meter, tinggi 2,03 meter, luas sayap 15 meter persegi, berat kosong 230 kg, berat maksimum saat lepas landas 330 kg, dan ditenagai sebuah mesin Continental O-200A air-cooled flat-four, 75 kW (100 hp). Kemampuan dari Belalang antara lain, kecepatan jelajah 130 kilometer per jam, mampu terbang sejauh 564 kilometer, terbang seting