Lion Air Tinggalkan Penumpangnya di Tarakan



Boeing 737 900ER Lion Air. Foto: Joe Roland S. Bokau.

Sebanyak 120 orang penumpang reguler Lion Air JT 673 yang akan terbang ke Balikpapan (Kalimantan Timur) dari Bandara Internasional Juwata Tarakan, ditinggalkan oleh pilot pesawat, Jumat (11/8/17) pagi. Peristiwa itu terjadi akibat adanya ganguan pada sistem, dan pilot pun memutuskan untuk terbang sesuai jadwal yang berlaku.

Melalui siaran pers, kepala Bandara Juwata Tarakan, Hemi Pamuraharjo mengungkapkan bahwa kejadian itu sebagai akibat adanya gangguan (sistem down) yang mengakibatkan para petugas maskapai bersangkutan harus melakukan proses chechk in secara manual.

Akibat gangguan sistem, sejak  pukul 04.30 wita, proses check in dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu lebih lama. Meskipun petugas  telah berkoordinasi dengan captai pesawat Lion Air JT 673, captain pesawat menolak memberikan kelonggaran waktu dan berangkat tetap sesuai jadwal yang telah ditentukan. Akibatnya, ratusan penumpang tertinggal,  meskipun sudah ada yang berada di ruang tunggu keberangkatan. Dari total 206 penumpang  terdaftar, hanya 86 penumpang yang diberangkatkan menuju Balikpapan (Kaltim), sedangkan sisanya tetap  berada di Bandar Udara Juwata, di depan counter check in Lion Air.

“Penerbangan Lion JT 673, menurut saya sudah melanggar prinsip-prinsip tanggung jawab pengangkut, Pilot telah meninggalkan penumpang yang masih melakukan proses check in manual diakibatkan sistem error, jika pilot bertanggung jawab maka ia tidak akan meninggalkan penumpang. Penerbangan ini bukan termasuk delay atau cancel, ini merupakan tindakan kesewenang-wenangan dari pilot yang tidak bertanggung jawab terhadap prinsip-prinsip tanggung jawab pengangkut,” kata Kepala Bandara Juwata Tarakan, Hemi Pamuraharjo.

Untuk menyelesaikan permasalahan, Hemi menjelaskan, pihaknya telah meminta maskapai Lion Air untuk memprioritaskan penumpang yang tidak terangkut dengan catatan tidak ada penumpang calon Jemaah Haji yang ditinggal.

“Kami juga meminta Lion untuk memberikan kompensasi kepada para penumpang, selain itu kami sudah berkoordinasi dan meminta kepada manajemen pusat untuk mengambil tindakan kepada pilot  bersangkutan. Kami juga meminta kepada manajemen pusat untuk mengirim pesawat pengganti (extra flight). Selama server down, pihak Bandara juga meminta kepada maskapai agar mengimbau kepada calon penumpang untuk datang lebih awal, karena proses check in menggunakan proses manual,” tambah Hemi Pamuraharjo.

Maskapai Lion Air akhirnya  memberangkatkan para penumpang dengan menggunakan jadwal pesawat Lion Air lain pada pukul 12.55 wita. Kepada penumpang juga diberi kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku. Adapun calon Jamaah Haji tetap berangkat sesuai jadwal.

Be the first to comment

Leave a Reply