Lion Air Ingin Pemerintah Hapus Tarif Batas Bawah



Ketika maskapai penerbangan Garuda Indonesia kurang setuju dengan keputusan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan yang menurunkan tarif batas bawah penerbangan dari 40 persen menjadi 30 persen dari tarif batas atas, maskapai penerbangan berbiaya rendah Lion Air malah mengingingkan tarif batas bawah itu dihapus. Lion Air menilai adanya tarif batas bawah malah membelenggu maskapai penerbangan.

Pendiri Lion Air Rusdi Kirana mengatakan, penghapusan tarif batas bawah akan berguna bagi maskapai penerbangan dalam menjaga tingkat isian kursi pesawat pada musim sepi (low season). Sebaliknya, ketika musim padat tentu saja maskapai penerbangan akan mematok tarif semaksimal mungkin. “Dari Senin sampai Minggu itu berbeda-beda peminatnya. Untuk hari Jumat dan Minggu misalnya, itu adalah jadwal yang banyak dipadati penumpang. Sementara pada Selasa, pada umumnya penerbangan sepi. Karena itu, untuk menarik minat penumpang, pemberlakuan tarif sebaiknya bisa diterapkan semurah mungkin,” katanya.

Menurut Rusdi, dalam industri penerbangan berlaku sistem rotasi pesawat. Agar operasional penerbangan bisa efektif dan efisien, dia menilai tingkat isian kursi penerbangan menjadi salah satu hal yang perlu dipertimbangkan. “Penerbangan subuh jam 5.00 pagi dari Padang ke Jakarta misalnya. Pesawat harus terbang karena untuk rotasi pesawat, di mana pukul 8.00 pesawat terbang dari Jakarta. Tetapi, yang jam 05.00 itu tidak ada penumpangnya kalau tarifnya mahal, tapi tetap harus jalan. Karena itu, sebaiknya bisa dijual murah untuk jam tersebut,” ungkap Rusdi.

Kementerian Perhubungan sebelumnya menerapkan tarif batas bawah penerbangan karena khawatir dengan menjual tiket murah, maskapai penerbangan bakal mengabaikan masalah keselamatan. Namun, hal ini dibantah oleh Rusdi Kirana. Dia mengatakan tidak ada korelasi antara tiket murah dengan keselamatan penerbangan. Menurutnya, keselamatan penerbangan sudah diawasi oleh regulator, dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, dan juga pihak asuransi pesawat.

Oleh karena itu, kata Rusdi, Lion Air tetap konsisten meminta tarif batas bawah dihapuskan. Hal itu tidak saja untuk kepentingan maskapai penerbangan, tapi juga berguna untuk kepentian yang lebih luas. Dia mencontohkan, dengan dihapuskannya tarif batas bawah, maka tiket penerbangan menjadi lebih terjangkau, memberikan kesempatan bagi semua orang untuk terbang, dan bisa menggerakkan perekonomian nasional.

Rusdi menambahkan, salah satu bentuk konsistensi Lion Air dalam menolak tarif batas bawah adalah keluar dari keanggotaan Asoasiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia atau Indonesia National Air Carrier Association (INACA) belum lama ini. Menurut Rusdi, INACA memutuskan sepakat dengan adanya tarif batas bawah yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan. Dia mengklaim Lion Air tidak diundang untuk menyatakan pendapat dalam pengambilan keputusan tersebut.

Foto: Yulianus Liteni/PhotoV2.com for Indo-Aviation.com

Be the first to comment

Leave a Reply