Lion Air Group Pelopor Penelitian Low Level Windshear



Lion Air Group kerja sama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), dan Universitas Diponegoro untuk melakukan pengkajian, penelitian, dan pengembangan sistem informasi peringatan dini low level Windshear di Bandara serta untuk menghasilkan prototype Low Level Windshear. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan operasi penerbangan.

Semua pihak dapat memperoleh akses dan memanfaatkan pertukaran data dan informasi, dan peringatan dini low level windshear yang akan dibangun. Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait mengatakan, penelitian akan menggunakan data penerbangan di Bandara Ahmad Yani Semarang. Kemudian hasil penelitian akan dikembangkan ke berbagai bandara untuk dimanfaatkan oleh penerbangan nasional.

Lion Air Group ikut membiayai penelitian dengan memberikan dana sebesar Rp 500 juta. Penelitian diharapkan bisa membantu meningkatkan keselamatan penerbangan nasional. “Saya yakin apa yang dilakukan ini akan meningkatkan keselamatan penerbangan nasional, dipandu oleh BMKG dan KNKT,” ujar Edward.

Lion Air Group terpanggil untuk membentuk kerja sama, karena pertumbuhan transportasi udara nasional sangat tinggi. Penelitian perubahan arah angin di level bawah harus segera dilakukan, angka kecelakaan pesawat di Indonesia sudah berbanding terbalik dengan internasional. Kecelakaan pesawat di Indonesia justru naik, sedangkan internasional turun.

Lion Air Group mengoperasikan lebih dari 200 pesawat, oleh empat maskapai. Kondisi alam tidak menjamin keselamatan, karena sering berubah. Teknologi penerbangan berkembang, tapi tidak dengan pengamatan peristiwa alam di sekitar bandara. “Banyak hal yang bisa dikembangkan dari alam, untuk tingkatkan keselamatan penerbangan,” kata dia.

What is windshear

Ketua BMKG Andi Eka Sakya mengapresiasi inisiatif Lion Air Group untuk mengembangkan penelitian keselamatan penerbangan. Dalam kerja sama ini BMKG menyediakan data dan atau informasi terkait Low Level Windshear. Termasuk analisa hasil pengamatan udara atas, guna kegiatan penelitian dan pengembangan sistem informasi peringatan dini Low Level Windshear.

Indonesia masih sering terjadi perubahan arah angin tiba-tiba khususnya di musim pancaroba. Peristiwa low level windshear biasanya terjadi saat pesawat mendarat atau lepas landas. Kebanyakan terjadi di bandara-bandara yang terletak di pesisir pantai. Namun bisa terjadi di bandara dengan struktur pembangunan yang tidak perhatikan pergerakan arah angin. “Kami apresiasi Lion Air Group yang bergerak lebih cepat, melihat kondisi seperti ini. tidak banyak perusahaan yang mau masuk ke dunia penelitian,” ujarnya.

Foto: Lion Air

Be the first to comment

Leave a Reply