Lion Air Group Bangun 600 Rumah di Batam



Peresmian kerjasama pembangunan perumahan Lion Air Group. Foto: Reni Rohmawati.

Karyawan Lion Air Group yang ada di Batam bakal punya rumah di Batam yang harganya terjangkau. Kamis, 12 Oktober 2017, telah dilakukan peletakan batu pertama perumahan yang merupakan hasil kerja bersama antara BPJS Ketenagakerjaan, Lion Air Group, Bank BTN dan BTN Syariah, juga PT Sarana Global Utama.

“Kita ada kesepahaman, itu yang disebut kerja bersama, antara BPJS Ketenagakerjaan dan BTN dengan kami. BPJS memiliki fasilitas untuk membangun perumahan bagi pesertanya, BTN memiliki sarana pembiayaannya, dan Lion Air Group punya karyawan. Kesamaan pemikian dengan kerja bersama itu yang akhirnya dapat mewujudkan pembangunan perumahan ini,” ucap Edward Sirait, Presiden Direktur Lion Air Group di Batam, Kamis (12/10/2017).

Perumahan yang diberi nama Lion Residence itu berlokasi di Kelurahan Batu Besar, Nongsa di Batam. Sekitar 600 rumah dengan konsep “rumah  murah” itu akan dibangun di atas lahan seluas 88.329,57 meter persegi dan diperuntukan terutama bagi karyawan Batam Aero Technic (BAT), fasilitas MRO (maintenance repair overhaul) pesawat udara milik Lion Air Group.

Untuk tahap awal, akan dibangun 320 rumah, 110 unit di antaranya berupa rumah subsidi dengan harga sekitar Rp130juta per unit. Sisanya 210 unit berupa rumah nonsubsidi dengan harga Rp200juta ke atas per unit. Ke depannya, Bank BTN akan membangun sampai 1.000 rumah bagi karyawan tersebut di atas lahan 3,7 hektare.

Managing Director Consumer Banking Bank BTN, Handayani mengatakan, untuk kemudahan pembiayaannya, Bank BTN bersinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan. Kemudahan itu, antara lain, pemberian bantuan uang muka bagi anggota BPJS Ketenagakerjaan untuk KPR Bersubsidi dan bunga ringan untuk KPR Non-subsidi.

“Rumah subsidi itu diperuntukan bagi karyawan yang gaji pokoknya maksimal empat juta rupiah. Kami berikan fasilitas KPR, baik yang berskema syariah maupun konvensional, dengan uang muka 1 persen dan margin atau bunga mulai 5 persen, serta jangka waktu pembiayaan hingga 20 tahun. Cicilannya nanti kalau untuk 20 tahun sekitar 900.000 rupiah per bulan. Angsurannya fix atau tetap selama jangka waktu pembiayaan. Sementara untuk yang nonsubsidi bunganya 7,25 persen,” papar Handayani.

“Sampai hari ini sudah ada 20 karyawan Lion Air Group yang melakukan akad kredit dan masih banyak yang masih dalam proses,” tambah Edward.

Bank BTN menyalurkan KPR iB dan konvensional, baik berskema subsidi maupun nonsubsidi, bagi karyawan Lion Air Group senilai sekitar Rp56miliar pada tahap awal. Ke depan, kata Handayani, Bank BTN akan mengeksplorasi potensi pembiayaan konstruksi kepada pengembang dan pembiayaan konsumsi lainnya kepada karyawan Lion Air Group.

“Kami juga mengincar perhimpunan dana pihak ketiga, baik ritel, korporasi, maupun payroll-nya. Ada banyak peluang yang dapat kami sinergikan dengan Lion Air Group, terutama terkait pelayanan” ungkap Handayani. Bank BTN memang terus menjalin kemitraan dengan siapa pun untuk mendukung langkah kesuksesan program Satu Juta Rumah. Hal ini juga sekaligus mendongkrak kredit dan pembiayaan Bank BTN di Batam.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Investasi BPJS Ketenagakerjaan, Amran Nasution menekankan bahwa pembangunan perumahan bagi karyawan anggotanya merupakan komitmennya. Walaupun dengan adanya perumahan bagi karyawan Lion Air Group akan mengurangi tingkat okupansi salah satu tower atau apartemen di Batam.

Peletakan batu pertama perumahan Lion Air Group di Batam. Foto: Dok. Lion Air Group.

“Kami memiliki satu tower dengan 1.000 kamar, 193 kamar itu isinya karyawan Lion Group. Dalam satu kamar itu isinya ada yang satu, dua, tiga, atau empat orang. Katakanlah rata-rata penghuninya dua orang, jumlahnya sekitar 400 orang. Mereka kemungkinan mendapatkan rumah itu dan tak lagi tinggal di tower. Okupansi kami hilang,” ujar Amran. Namun demikian, pihaknya berkomitmen dan sangat mendukung pemenuhan papan bagi karyawan tersebut.

Dukungan juga diberikan Wakil Walikota Batam, Amzakar Ahmad. “Kerja ihtiar kolektif ini merupakan solusi dari masalah perumahan yang terjadi di Batam. Ada 30.368 rumah yang memerlukan penyelesaian,” ucapnya.

Amzakar menambahkan, “Apa yang dilakukan Lion Air Groupmerupakan terobosan yang luar biasa dan bisa menjadi referensi; contoh untuk memikirkan tenaga kerjanya. Kebanyakan badan usaha membuka usaha di sini, tapi tak memikirkan tempat tinggal karyawannya. Di mana karyawan itu tinggal, terserah. Ini yang menjadi permasalahan dan kami sedang mencari solusinya.”

Edward pun menegaskan, “Kerja bersama untuk mewujudkan perumahan bagi karyawan Lion Air Group bisa menjadi proyek percontohan. Perlu diketahui pula, seluruh karawan Lion Air Group sudah menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan dan memiliki NPWP.”

Be the first to comment

Leave a Reply