Kunjungan Raja Salman yang Menghebohkan Langit Indonesia



Foto: Wikipedia
Raja Salman

Minggu-minggu ini Indonesia dihebohkan oleh rencana kunjungan kenegaraan dan liburan kenegaraan Raja Saudi Arabia, Salman bin Abdulaziz al-Saud. Menurut rencana, Raja Salman dan rombongannya akan tiba di Jakarta tanggal 1 Maret 2017, dan melanjutkan perjalanan mereka ke Bali hingga tanggal 9 Maret 2017.

Yang menghebohkan di antaranya, Raja Arab ini membawa serta rombongan hingga 1.500 orang, mulai menteri hingga anggota keluarga. Mereka juga membawa barang bawaan hingga seberat 459 ton yang diangkut dalam 27 kali sesi penerbangan. Sebanyak 63 ton didaratkan di Bandara Halim Perdanakusuma, sementara 396 ton diturunkan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Menurut data yang dirilis oleh PT JAS (Jasa Angkasa Semesta), kargo yang dibawa berupa logistik (diantaranya makanan dan minuman, barang perkantoran, furnitur, alat x-ray), kendaraan (dua unit mobil mercy S600), dan dua unit eskalator.

“Jadwal ada 27 penerbangan. Ini 29 februari sampai maret. Karena tamu negara barang kendaraan dua mercy, sudah diangkut,” kata Presiden Direktur PT JAS, Aji Gunawan, dalam konferensi pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. (TribunNews.Com 25/2).

Sebanyak enam pesawat  wide body  terdiri dari dua unit Boeing 777, satu unit Boeing 747 SP, satu unit Boeing 747-300, satu unit Boeing 747-400, satu unit Boeing 757, dan satu unit pesawat Hercules akan menjadi tunggangan rombongan raja ke Indonesia. Data terakhir menyebut, ada sebuah 737-800 yang juga turut. Keberadaan jumlah pesawat yang menghebohkan ini rupanya juga menjadi bahan perbincangan sebagian masyarakat Indonesia. Pertanyaannya, akan diparkir di manakah pesawat-pesawat itu nantinya ketika rombongan berada di Jakarta dan Bali.

Parkir di bandara lain

Raja Salman danrombongan  baru akan tiba tanggal 1 Maret 2017. Namun kesibukan menyambur kedatangannya sudah terasa. Di Halim Perdanakusuma, ground handling kedatangan pesawat akan ditangani oleh JAS. Angkasa Pura II sebagai pengelola bandara juga akan berkerjasama dengan TNI untuk masalah pengamanan.

Masalah pergerakan pesawat juga menjadi prioritas penting. Jadwal pergerakan pesawat pun telah ditetapkan, yang tentunya juga disesuaikan dengan jadwal pergerakan rombongan. Telah diketahui, pada 28 Februari 2017 esok sebuah  pesawat berbadan lebar (widebody) Boeing 777 dan 2 unit pesawat berbadan sedang  (narrowbody) Boeing 737-800 akan tiba di Halim Perdanakusuma. Dua 737-800 akan RON  di Bandara Halim Perdanakusuma, sedangkan   777 akan meneruskan penerbangan ke Ngurah Rai, Bali.

Raja Salman dan rombongan akan tiba pada 1 Maret 2017. Mereka menumpang  2 unit  747-400, 1 unit  777, dan 1 unit  757 yang merupakan pesawat medis. Selanjutnya, tanggal 3 dan 4 Maret 2017 seluruh rombongan akan terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Bandara Ngurah Rai di Denpasar, Bali.

Di Bali, koordinasi kehadiran pesawat juga telah dipersiapkan. Area parkir khusus telah ditetapkan untuk pesawat raja dan rombongan. Salah satu tujuannya agar tidak mengganggu proses penerbangan reguler dari dan ke Ngurah Rai. Bahkan, pihak Angkasa Pura I telah mempertimbangkan segala kemungkinan, termasuk memarkir pesawat rombongan raja ke bandara lain.

Foto: Wikipedia

Be the first to comment

Leave a Reply