Kuartal Ketiga 2015, Pendapatan Indonesia AirAsia Turun 14 Persen



Maskapai penerbangan berbiaya rendah asal Malaysia, AirAsia, baru saja mengumumkan laporan keuangannya untuk kuartal ketiga 2015, termasuk di dalamnya terdapat laporan keuangan afiliasinya yang berada di Indonesia, yaitu Indonesia AirAsia.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa maskapai penerbangan Indonesia AirAsia mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,48 triliun sepanjang kuartal ketiga 2015. Angka itu mengalami penurunan sebesar 14 persen dibandingkan dengan pendapatan pada kuartal ketiga 2014. Penurunan pendapatan ini memang tidak mengherankan karena Indonesia AirAsia telah mengurangi kapasitas kursi sebesar 7 persen yang menyebabkan penurunan jumlah penumpang sebanyak 12 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Harga dasar tiket rata-rata yang diterapkan oleh Indonesia AirAsia juga mengalami penurunan sebesar 20 persen menjadi Rp 615.027, namun ancillary income malah mengalami kenaikan sebesar 6 persen menjadi Rp 176.252 per penumpang. Meskipun demikian, perusahaan bisa mengurangi biaya-biaya yang dikeluarkan secara signifikan sehingga bisa menghasilkan kerugian operasi hanya sebesar Rp 59,53 juta.

Chief Executive Officer AirAsia Group Tony Fernandes mengatakan bahwa rencana turnaround yang dilakukan Indonesia AirAsia berlangsung baik tapi masih terkena dampak regulasi baru yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Permintaan kursi penerbangan Indonesia AirAsia mengalami penurunan yang cukup signifikan setelah Kementerian Perhubungan menyatakan Indonesia AirAsia memiliki ekuitas negatif yang diberitakan oleh banyak media lokal maupun internasional. Hal ini menimbulkan ketidakpastian dan membuat agen perjalanan mengalihkan pemesanan tiket ke maskapai penerbangan lain selain Indonesia AirAsia. Meskipun demikian, akhirnya ekuitas perusahaan yang negatif itu bisa terselesaikan dan kini sudah positif. Selain itu, penurunan tarif batas bawah penerbangan domestik sebesar 40 persen dari tarif batas atas menjadi 30 persen dari tarif batas atas menjadi hal yang menguntungkan bagi Indonesia AirAsia.

Foto: Tri Setyo Wijanarko

Be the first to comment

Leave a Reply