Kuartal 1 2017, Garuda Indonesia Group Bukukan Pendapatan Operasi Sebesar 909,5 Juta Dollar AS



Maskapai nasional Garuda Indonesia berikut anak perusahaannya pada kuartal 1 tahun 2017 ini mencatatkan pendapatan operasi sebesar 909,5 juta dollar AS. Garuda Indonesia Group juga berhasil mencatatkan pertumbuhan jumlah penumpang sepanjang kuartal 1 2016 hingga 8,4 juta penumpang.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N. Mansury saat memaparkan kinerja keuangan dan operasional perusahaan kuartal 1 2017 di Gedung Garuda Indonesia, Kebon Sirih, Jakarta (28/4).

Sepanjang kuartal 1 Tahun 2017, Garuda Indonesia mencatatkan kinerja operasional yang cukup kuat, dengan capaian pertumbuhan angkutan penumpang hingga 8,4 persen, dengan pencapaian yang cukup signifikan pada sektor penerbangan internasional dengan peningkatan pertumbuhan penumpang hingga 26,1 persen dibandingkan kuartal 1 tahun 2016.

“Di tengah capaian kinerja operasional yang cukup kuat tersebut, tekanan kinerja keuangan perusahaan saat ini tentunya menjadi tantangan tersendiri,  untuk dapat terus kami akselerasikan agar dapat menciptakan profitabilitas perusahaan yang sustainable”, papar Pahala.

Tren industri penerbangan dunia yang cenderung menurun selama lima tahun terakhir ini, serta daya beli masyarakat yang cenderung melemah di awal tahun ini, berdampak langsung pada kinerja keuangan perusahaan yang terus tertekan.

Dengan tekanan kerugian yang cenderung progresif, diperlukan transformasi fundamental dari aspek strategi keuangan dan mitigasi finansial perusahaan. Meskipun Garuda Indonesia mampu mencatatkan peningkatan revenue sebesar 6,2 persen, namun peningkatan biaya operasi sebesar 21.3 persen, menyebabkan perusahaan mencatatkan rugi bersih tahun berjalan sebesar 99,1 juta dollar AS.

“Untuk itu, melalui kepercayaan yang saat ini diberikan kepada kami jajaran manajemen baru Garuda Indonesia, kami berupaya secara berkesinambungan melakukan upaya perbaikan secara menyeluruh terkait fokus dan upaya peningkatan kinerja keuangan secara signifikan. Kondisi kinerja keuangan perusahaan pada kuartal pertama tahun 2017 (Januari – Maret) dapat dikatakan masih jauh dari target yang telah ditetapkan, sehingga perlu dilakukan berbagai terobosan guna menghasilkan pertumbuhan positif yang berkesinambungan, berkelanjutan, dan solid.”

Foto: Garuda Indonesia

Be the first to comment

Leave a Reply