Klaim Bawa Bom, Penumpang Batik Air di Kupang Diamankan Polisi



Untuk kesekian kalinya pada tahun ini penumpang pesawat udara mengatakan membawa bom atau bercanda membawa bom dalam sebuah penerbangan. Kali ini seorang penumpang maskapai penerbangan Batik Air mengklaim dirinya membawa bom, sehingga orang itu kemudian diperiksa lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Direktur Utama Batik Air Achamad Luthfie mengatakan aksi penumpang itu terjadi di Bandara El Tari Kupang pada Sabtu (26/12/2015). Namun, dia memastikan masalah ini sudah beres dan pesawat dinyatakan aman dari ancaman bom setelah disisir oleh Tim Gegana Polda Nusa Tenggara Timur. “Tujuang Kupang-Jakarta. Nomor penerbangannya ID6541. Keberangkatan 07.45 kalau tidak salah,” tutur Lutfhie.

Menurut Luthfie, pria yang mengaku membawa bom sudah diamankan oleh kepolisian untuk diinterogasi lebih lanjut. Dia pun meminta kepada pihak kepolisian untuk menindak ancaman-ancaman seperti ini karena sudah sering terjadi sepanjang tahun 2015. Ancaman-ancaman bom yang kerap dilakukan tidak hanya merugikan maskapai penerbangan, tapi juga merugikan penumpang. Apalagi jika ada ancaman atau gurauan terkait dengan bom, seluruh penumpang harus turun dari pesawat. Pesawat dan barang yang ada di dalam bagasi kemudian disterilisasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Hal ini tentu saja membuat penerbangan mengalami keterlambatan selama beberapa jam.

“Tolong ditekankan dari pemerintahnya, dalam hal ini Kementerian Perhubungan, menerapkan regulasinya. Ada di Undang-Undang Penerbangan. Mengancam keselamatan orang itu kan ada. Di Undang-Undang yang lain pun ada ancam-ancam orang. Berkesinambungan dengan yang lain juga. Kasihan masyarakat pengguna, lagi hari raya besar begini mau liburan malah repot pesawat delay,” tegasnya.

Kementerian-Perhubungan-Candaan-Bom-Di-Pesawat

Foto: Airbus & Kementerian Perhubungan

Be the first to comment

Leave a Reply