Kenyamanan 5 Bus Apron Lower Deck untuk Peserta Asian Games 2018




Bus apron lower deck dioperasikan sebagai dukungan JAS Airport Services untuk perhelatan Asian Games 2018. Foto: Reni Rohmawati

Lima bus apron (busron) lower deck mulai beroperasi di Bandara Internasional Soekarno Hatta hari ini (9/8/2018). Bus dengan pijakan atau memiliki sasis frame yang rendah ini termasuk jenis pertama yang beroperasi di bandara Indonesia.

JAS Airport Services sebagai penyedia jasa ground handling penumpang dan pesawat terbang mengoperasikan busron lower deck tersebut sebagai upaya membenahi armada GSE (Ground Support Equipment). “Kami sudah memiliki delapan bus apron yang dioperasikan di Bandara Soekarno-Hatta, walaupun bukan yang sejenis. Jadi, sekarang ada 13 bus apron yang beroperasi,” kata Adji Gunawan, Direktur Utama PT JAS Airport Services ketika meresmikan pengoperasian lima busron lower deck di Terminal 3 (T3) Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Kamis (9/8/2018).

Pada peresmiannya dihadirkan tiga maskot Asian Games 2018: Kaka, Atung, dan Bhin-bhin. Busron itu juga diberi merek Asian Games 2018 sebagai dukungan untuk turut menyukseskan program pemerintah tersebut. Acaranya pun dihadiri oleh perwakilan dari INASGOC dan INAPGOC, selain jajaran pimpinan komunitas Bandara Soekarno-Hatta, serta perwakilan maskapai penerbangan, juga dari Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pariwisata.

Busron berkapasitas 105 orang tersebut digunakan untuk melayani perpindahan penumpang dari pesawat ke terminal atau sebaliknya. Fungsinya serupa dengan garbarata, tapi dibutuhkan kalau pesawat parkir di remote area. “Jika garbarata cukup dan tidak ada lagi pesawat yang menurunkan penumpang di area remote, bus apron tidak dibutuhkan lagi,” ucap Adji.

Kehadiran GSE baru tersebut tepat waktu sebagai dukungan untuk kelancaran dan kenyamanan peserta Asian Games dan Paragames Asia 2018. Ketika beroperasi, busron yang berlogo “Wonderful Indonesia” ini diberi wewangian aromaterapi dan diperdengarkan instrumen lagu daerah untuk promosi kebudayaan Indonesia.

“JAS memang fokus pada layanan berkualitas guna meningkatkan pengalaman perjalanan penumpang,” ucap Adji.

Pembenahan armada GSE itu, kata Adji, dalam upaya mematuhi peraturan Dirjen Perhubungan Udara KP 635 tahun 2015 tentang standar peralatan penunjang pelayanan darat pesawat udara (GSE) dan kendaraan operasional yang beroperasi di sisi udara. Kepatuhan yang dimaksud adalah bus memiliki dek rendah dari depan sampai belakang. Sasisnya monokok, yaitu kerangka bus menjadi kesatuan dengan bodi dan sasis tidak dimodifikasi sama sekali.

Busron delapan pintu ini memiliki CCTV. Suspensi udaranya canggih dengan kemampuan miring sampai level tertentu untuk mempermudah penyandang disabilitas leluasa naik-turun bus. Jenis busron ini juga dioperasikan di bandara-bandara internasional, seperti Terminal 4 Bandara Changi di Singapura dan Swissport di Swiss.

“Baru tiga hari lalu bus ini mendapat sertifikasi. Kami sudah melakukan pengecekan dan verifikasi, bus ini layak operasi. Hasilnya sesuai dengan peraturan dan tanpa catatan,” ujar Cece Tarya, Kasie Sertifikasi Peralatan dan Utilitas Bandar Udara, Direktorat Bandar Udara Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Namun Cece yang hadir mewakili Direktur Bandar Udara itu berpesan agar JAS membuat SOP (Standard Operational Procedure) untuk pengoperasiannya di T3. Pihaknya pun menjelaskan bahwa beberapa aturan baru tentang ground handling akan segera dikeluarkan, terutama untuk penanganan di bandara internasional.

“Kita berada di bandara Internasional yang melayani berbagai maskapai internasional. Sudah sepatutnya operasional kami mengikuti standar internasional,” ujar Adji. JAS memang sudah 34 tahun bermitra dengan PT Angkasa Pura (AP) II sebagai pengelola Bandara Internasional Soekarno Hatta. “Semoga fasilitas terbaru ini memberikan nilai tambah untuk bandara terbesar di Indonesia, juga maskapai pelanggan JAS.”

Adji menambahkan, JAS memiliki sumber daya manusia terpercaya untuk perawatan bus dan GSE lainnya. “Rata-rata staf kami mendapat pelatihan dari JAS Academy yang berada di Tangerang, Denpasar, Surabaya, dan Medan,” tuturnya.

Sementara itu pihak AP II mendorong semua mitranya, termasuk JAS Airport Services, untuk meningkatkan layanan kebandarudaraan. “Ini adalah bus apron lower deck pertama yang beroperasi di Indonesia, tepatnya di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Kami berterima kasih atas peningkatan layanan JAS Airport Services dan sinergi yang baik ini semoga terus berlanjut,” ujar Muhammad Awaluddin, Direktur Utama PT AP II.