Kementerian Perhubungan Batasi Usia Pesawat yang Beroperasi di Indonesia



Kementerian Perhubungan mengeluarkan aturan baru terkait dengan usia pesawat yang boleh beroperasi di Indonesia. Aturan ini dibuat agar pesawat yang beroperasi di Indonesia berusia lebih muda dan diharapkan akan meningkatkan level keamanan dan keselamatan penerbangan.

Dalam Peraturan Menteri Perhubungan KM 5 Tahun 2006 tentang peremajaan pesawat udara, disebutkan pesawat bisa didaftarkan dan beroperasi pertama kali du Indonesia maksimal berusia 20 tahun atau setara dengan 50.000 cycle (jumlah pendaratan, sedangkan usia maksimal pesawat yang boleh beroperasi di Indonesia adalah 35 Tahun atau 70.000 cycle.

Pada peraturan baru nanti Kementerian Perhubungan membatasi usia pesawat yang didaftarkan dan beroperasi pertama kali di Indonesia tidak boleh lebih dari 10 tahun, sedangkan usia maksimal pesawat yang diizinkan beroperasi adalah 30 tahun. “Peraturan Menteri sudah ditandatangani oleh Pak Menteri Perhubungan (Ignasius Jonan). Kemudian setelah diundangkan, maskapai itu dikasih waktu 36 bulan untuk transisi,” kata Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan Muzaffar Ismail.

Menurut Muzaffar, aturan mengenai batasan usia pesawat sudah diimplementasikan oleh negara-negara lain di dunia, termasuk Arab Saudi. “Kalau pesawat sudah beroperasi lebih dari 30 tahun, tidak diizinkan. Untuk Saudi Arabia itu 25 tahun, lebih dari 25 tahun tidak diizinkan beroperasi,” kata Muzaffar.

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, saat ini terdapat 866 pesawat niaga yang beroperasi di Indonesia, dengan rincian sebanyak 549 pesawat terdaftar dalam maskapai penerbangan dengan Air Operator Certificate (AOC) 121, sedangkan 317 pesawat masuk dalam daftar AOC 135. Dari jumlah itu, hanya 68 pesawat yang sudah berusia lebih dari 30 tahun.

Foto: Yulianus Liteni/PhotoV2.com for Indo-Aviation.comĀ 

Be the first to comment

Leave a Reply