Kemenhub Ungkap Alasan Maskapai Indonesia Suka Rekrut Pilot Asing



Sejumlah maskapai penerbangan di Indonesia cukup banyak merekrut pilot asing untuk menerbangkan pesawat-pesawatnya. Alasannya, gaji pilot asing lebih rendah dibandingkan pilot lokal. Bahkan tidak jarang pilot asing rela tidak dibayar hanya demi mendapatkan jam terbang.

Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Yuli Sudoso mengatakan bahwa fakta maskapai penerbangan lebih suka merekrut pilot asing lantaran bayaran yang rendah itu membuat lulusan sekolah pilot di Indonesia tidak bisa terserap dengan baik.

“Mengapa Lion Air merekrut pilot asing karena gajinya lebih murah, bahkan ketika Susi Air membawa bahan makanan untuk korban tsunami di Aceh, pilot-pilot asing itu rela tidak dibayar,” ujar Yuli.

Menurut Yuli, pilot-pilot asing yang bekerja di Indonesia kebanyakan hanya mengejar jam terbang sebagai syarat untuk melamar sebagai pilot maskapai penerbangan di negara asalnya. Di Eropa misalnya, pilot-pilot harus mengumpulkan 1.500 jam terbang sebelum bisa melamar di maskapai penerbangan, sedangkan di Indonesia cukup dengan 200 jam terbang. “Jadi mereka rela dibayar murah atau tidak dibayar supaya jam terbangnya terkumpul dan kembali pulang ke negaranya. Kalau nggak memenuhi nggak boleh, karena itu regulasi,” paparnya.

Foto:

Be the first to comment

Leave a Reply