Kemenhub Nilai Beban ATC di Bandara Soekarno-Hatta Cukup Besar



Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah memutuskan akan melakukan pemerataan lalu lintas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta yang semula memiliki 72 pergerakan pesawat per jam menjadi 60 pergerakan per jam. Rencananya, penerbangan yang sudah sangat padat di jam-jam sibuk akan dipindahkan ke jam-jam yang kosong.

Direktur Navigasi Penerbangan Kementerian Perhubungan Novie Riyanto mengatakan bahwa pemerataan lalu lintas penerbangan dilakukan untuk meningkatkan aspek keselamatan dan kelancaran penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Menurutnya pemerataan ini hanya berlaku untuk penerbangan domestik saja, sedangkan penerbangan internasional tidak akan terkena imbas. “Ini berlaku untuk penerbangan domestik saja,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan Lalu Lintas Angkutan Udara Direktorat Kenavigasian Kementerian Perhubungan Ferdinan Nurdin mengatakan bahwa wacana pemerataan lalu lintas penerbangan itu muncul karena regulator melihat beban petugas Air Traffic Controller (ATC) di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta begitu besar dengan 72 pergerakan pesawat per jam. “Kami bicara saat ini, dalam kondisi yang 72 movement per hour, kami melihat beban itu berat buat ATC. Maka, untuk me-reduce hal-hal yang tidak diinginkan, kami mencoba menurunkan menjadi 60 pergerakan per jam,” kata dia.

Pemerataan pergerakan pesawat juga didasari oleh ketersediaan peralatan bandara dan kenavigasian yang menunjang pergerakan pesawat. “Jadi, saya bilang beban ATC itu bukan hanya dari ATC saja, tetapi bagaimana juga dengan peralatan penunjang dari sisi peralatannya, apakah bekerja secara optimal atau tidak? Dan juga, prosedurnya,” jelas Ferdinan.

Foto: Didik Sudiarto Saleh/PhotoV2.com for Indo-Aviation.com

Be the first to comment

Leave a Reply