Kemenhub Lakukan Uji Teknis Bandara Buntukunik Toraja



Dirjen Perhubungan Udara meninjau langsung Bandara Buntukunik
Dirjen Perhubungan Udara meninjau langsung Bandara Buntukunik

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara tengah melakukan uji teknis terkait keselamatan penerbangan dan kemungkinan jenis pesawat yang bisa tinggal landas dan mendarat di  lokasi pembangunan Bandara Buntukunik, Tana Toraja. Uji teknis ini akan dilakukan selama tiga bulan mulai  Februari 2017. Demikian disampaikan  Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Suprasetyo, saat meninjau lokasi bandara di  Toraja hari, Kamis (2/2/2017).

“Tim dari Ditjen Perhubungan Udara segera melakukan uji teknis terkait kawasan keselamatan operasional penerbangan (KKOP) dan menentukan jenis pesawat apa yang bisa beroperasi di Bandara Buntukunik. Untuk saat ini yang direkomendasikan adalah pesawat jenis ATR 72, namun akan dipastikan lagi dalam uji teknis,” ujar Suprasetyo. Menurutnya, pengujian teknis sangat penting dilakukan, mengingat kondisi lokasi Bandara Buntukunik yang diapit pegunungan tinggi. Dengan pengujian teknis yang detil, diharapkan pembangunan Bandara Buntukunik bisa dilakukan lebih cepat.

Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae, yang juga hadir dalam kegiatan itu mengaku sangat mengharapkan pembangunan Bandara Buntukunik ini segera diselesaikan. ” Transportasi udara merupakan satu-satunya akses yang cepat bagi warga Toraja ke ibukota provinsi dan daerah lain. Karena kami tidak punya laut, dan jalan ke ibukota provinsi di Makassar bisa memakan waktu hingga 8 jam,” ujarnya.

Menurut Nicodemus, transportasi udara juga akan  meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Toraja. Saat ini, terdapat sekitar 200 ribu wisatawan yang berkunjung ke Tana Toraja dan 300 ribu yang berkunjung ke Toraja Utara tiap tahun. Beberapa di antara mereka datang dan pergi melalui Bandara Pong Tiku yang memiliki fasilitas terbatas.

“Bandara Pong Tiku yang ada saat ini sangat terbatas lahan pengembangannya. Dengan bandara baru yang landas pacunya lebih panjang, bisa melayani pesawat yang lebih besar sehingga jumlah wisatawan yang berkunjung ke sini juga lebih banyak,” ujar Nicodemus.

Saat ini Bandara Pong Tiku mempunyai landas pacu sepanjang 1.300 meter dan akan diperpanjang menjadi 1.400 meter. Pesawat yang bisa beroperasi di bandara ini adalah ATR 42 dan Fokker F50. Sedangkan Bandara Buntukunik rencananya akan mempunyai landasan pacu sepanjang 1.900 meter sehingga bisa melayani pesawat yang lebih besar yaitu ATR 72.

Terkait infrastruktur penunjang di Bandara Buntukunik, Bupati Nicodemus sudah menyanggupi untuk membuat jalan tembus sepanjang sekitar dua kilometer dari Bandara Buntukunik menuju jalan poros Sulawesi- Toraja.

Foto: Dok. Ditjen Perhubungan Udara

Be the first to comment

Leave a Reply