Kemenhub: Indust Penerbangan Belum Terpengaruh Pelemahan Rupiah



Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terus mengalami pelemahan. Bahkan kini rupiah diperdagangkan pada angka Rp 14.700 per dolar Amerika Serikat. Meskipun demikian, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengatakan bahwa kondisi ini belum begitu berpengaruh terhadap industri penerbangan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Suprasetyo menuturkan, pemerintah sudah mengantisipasi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dengan menaikkan tarif batas atas sebesar 10 persen. “Batas atas tarif tiket sudah disesuaikan, jadi belum ada pengaruh apapun meski rupiah terdepresiasi sampai Rp 14.700 per dolar Amerika Serikat. Belum ada laporan juga soal PHK (pemutusan hubungan kerja), mudah-mudahan tidak,” katanya.

Menurut Suprasetyo, kondisi perekonomian Indonesia memang sedang melemah. Namun, daya beli masyarakat masih bagus. “Dolar Amerika Serikat tidak pengaruh ke industri penerbangan karena daya beli masyarakat masih cukup bagus. Mereka masih punya uang,” jelas dia.

Suprasetyo melanjutkan, walaupun Kementerian Perhubungan sudah menaikkan tarif batas atas, tapi maskapai penerbangan masih bertahan pada harga yang lama. Mereka lebih memilih menjual tiket dengan harga rendah untuk mendapatkan tingkat okupansi yang lebih bagus. “Saya lihat harga tiket belum ke batas atas. Hitung-hitungan bisnis mereka, kalau okupansi di atas 60 persen, itu lebih baik dibandingkan menaikkan harga tapi load factor kecil atau bisa di bawah 50 persen, jadi rugi. Yang penting penuh tapi harga tidak naik,” ungkap Suprasetyo.

Foto: Didik Sudiarto Saleh/PhotoV2.com for Indo-Aviation.comĀ 

Be the first to comment

Leave a Reply