Kemenhub: Bercanda Bawa Bom di Pesawat Bisa Dipidana



Seorang penumpang maskapai penerbangan Batik Air bercanda membawa bom dalam penerbangan Ambon-Jakarta pada 26 November 2015. Akibatnya, Batik Air menolak menerbangkan penumpang itu dan memintanya turun dari pesawat yang sudah siap lepas landas. Sebelumnya juga terdapat lima kasus serupa sepanjang tahun 2015, penumpang diturunkan dari pesawat karena bercanda membawa bom.

“Kejadian berawal saat pramugari menanyakan isi dari bungkusan yang dibawa, kemudian dijawab bom. Pramugari sempat menanyakan sebanyak tiga kali namun tetap dijawab bom. Selanjutnya pramugari melaporkan kepada kapten pilot. Oleh kapten pilot ditindaklanjuti dengan menurunkan penumpang,” kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) J. A. Barata, menjelaskan kronologis candaan bom di pesawat Batik Air rute Ambon-Jakarta.

Menanggapi hal itu, Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa penumpang jangan main-main dan jangan sekali-sekali bercanda membawa bom. Sanksi candaan membawa bom itu tidak hanya diturunkan dari pesawat saja, tapi bisa dituntut hukuman pidana dengan penjara selama satu tahun. “Jangan ditiru. Ini pelanggaran hukum dan bisa dihukum,” ungkap Barata.

Menurut Barata, Kementerian Perhubungan, pengelola bandara, maupun maskapai penerbangan akan menindaklanjuti secara serius penumpang yang bercanda membawa bom di pesawat atau di area bandara. “Candaan atau gurauan dengan mengaku membawa bom selama berada di bandara dan saat di pesawat udara akan ditindaklanjuti secara serius. Mau siapapun dia, kalau bercanda seperti itu ya tidak akan diangkut,” ujarnya.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan Pasal 344 menyatakan bahwa setiap orang dilarang melakukan tindakan melawan hukum yang membahayakan keselamatan penerbangan dan angkutan udara berupa: (huruf e) menyampaikan informasi palsu yang membahayakan keselamatan penerbangan. Hukuman bagi pelanggar aturan itu tertuang dalam Pasal 437 (ayat 1) dengan ancaman hukuman penjara paling lama satu tahun.

Sementara itu, Direktur Keamanan Penerbangan M. Nasir mengatakan bahwa penumpang yang bercanda membawa bom dalam penerbangan memang pantas diturunkan dari pesawat karena pilot memiliki kewenangan untuk melakukan hal itu. “Penumpang seperti itu sangat pantas diturunkan dari pesawat. Ini demi keselamatan penerbangan. Selama penumpang sudah di dalam pesawat, maka pilot in command punya kewenangan penuh dalam mengambil sikap,” kata Nasir.

Foto: Yulianus Liteni/PhotoV2.com for Indo-Aviation.com

Be the first to comment

Leave a Reply