Kemenhub Bakal Inspeksi Seluruh Pesawat Airbus A320 di Indonesia



Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Suprasetyo (kanan) didampingi Direktur Operasional Lion Air Daniel Putut (kiri) memberikan keterangan pers terkait kasus penundaaan penerbangan (delay) maskapai tersebut di Kantor Kemenhub, Jakarta, Senin (23/2). Kemenhub memberikan dua sanksi kepada maskapai Lion Air yakni pembekuan sementara pengajuan izin rute baru serta pembekuan izin terbang bagi rute yang selama 21 hari tidak diterbangkan Lion Air misalnya rute Ujung Pandang-Jayapura. ANTARA FOTO/Andika Wahyu/ama/15.

Berdasarkan hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transpotasi (KNKT), salah satu faktor penyebab jatuhnya pesawat Airbus A320 milik Indonesia AirAsia yang mengoperasikan penerbangan QZ8501 rute Surabaya-Singapura adalah adanya kerusakan pada komponen pesawat, yaitu Rudder Travel Limiter Unit (RTLU). Hal itu membuat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan melakukan inspeksi komponen RTLU pada seluruh pesawat Airbus A320 yang beroperasi di Indonesia.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Suprasetyo mengatakan, pesawat Airbus A320 kini dioperasikan oleh empat maskapai penerbangan Indonesia, antara lain Indonesia AirAsia, Indonesia AirAsia X, Citilink Indonesia, dan Batik Air. “Kita-kira ada 75 pesawat yang akan menjalani inspeksi,” ujar Suprasetyo.

Menurut Suprasetyo, inspeksi ini dilakukan untuk melihat bagaimana perbaikan terhadap masalah teknis yang terjadi pada komponen maupun sistem RTLU yang dimiliki oleh masing-masing pesawat Airbus A320. Selain itu, Kementerian Perhubungan juga akan melakukan inspeksi terkait dengan permasalahan berulang dan penyelesaiannya. “Sebenarnya ini sangat jarang terjadi, tetapi dengan adanya ini kami melakukan inspeksi yang dimulai hari ini (3/12/2015),” kata dia.

Foto: Istimewa

Be the first to comment

Leave a Reply