Kemenhub Ancam Bekukan Izin Delapan Maskapai Penerbangan



Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengancam akan membekukan izin delapan maskapai penerbangan lantaran belum memenuhi persyaratan mengenai kepemilikan dan pengoperasian pesawat sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan. Kementerian Perhubungan memberikan waktu kepada delapan maskapai penerbangan itu untuk memenuhi syarat kepemilikan dan pengoperasian pesawat hingga 30 September 2015.

Seperti diketahui, perusahaan penerbangan niaga berjadwal (AOC 121) wajib mengoperasikan minimal 10 pesawat, dengan rincian setidaknya lima pesawat berstatus milik dan lima pesawat lainnya boleh berstatus sewa. Sedangkan maskapai penerbangan niaga tidak berjadwal (AOC 135) wajib mengoperasikan minimal tiga pesawat yang terdiri dari satu pesawat berstatus milik dan dua pesawat lainnya boleh berstatus sewa.

Delapan maskapai penerbangan yang mendapatkan peringatan dari Kementerian Perhubungan itu antara lain Indonesia AirAsia Extra, Transnusa Aviation Mandiri, MyIndo Airline, Jayawijaya Dirgantara, Aviastar Mandiri, dan TRI MG Intra Asia yang memegang AOC 121, serta Asian One Air dan Matthew Air Nusantara yang memegang AOC 135.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Suprasetyo mengatakan, periode pembekuan operasi maskapai penerbangan yang tidak bisa memenuhi persyaratan akan berlaku pada 1-31 Oktober 2015. “Sampai 31 Agutus 2015 beberapa maskapai belum memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan dalam pemenuhan kepemilikan dan penguasaan pesawat. Maka dari itu, Kementerian Perhubungan akan membekukan surat izin usaha angkutan udara baik maskapai berjadwal maupun tak berjadwal,” katanya.

Foto: Tri Setyo Wijanarko/PhotoV2.com for Indo-Aviation.com

Be the first to comment

Leave a Reply