Kemenhub Akan Wajibkan Pesawat Pakai Perangkat ADS-B



Seluruh pesawat udara yang melalui ruang udara wilayah Indonesia rencananya akan diwajibkan Kementerian Perhubungan untuk menggunakan perangkat sistem pengawasan tergantung otomatis-siar pada 2018.

Seperti diungkapkan Direktur Navigasi Direktorat Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto, di wilayah yang luas dengan kondisi geografis yang bervariasi, layaknya Indonesia, penggunaan ADS-B sangat cocok untuk digunakan.

Sistem pengawasan tergantung otomatis-siar atau Automatic Dependent Surveillance-Broadcast (ADS-B) merupakan alat pelacak posisi pesawat otomatis yang diperoleh dari sinyal global navigation satelit system (GNSS).

“Apalagi Indonesia merupakan negara tropis, dimana ketersediaan jumlah satelit itu lebih banyak, sehingga sistem pengawasan ADS-B menjadi lebih baik ketimbang radar,” katanya seperti dilansir Bisnis.com.

Jumlah perangkat ADS-B di Indonesia, kata Novie masih belum ideal, baru tersebar di 30 stasiun. Padahal, sambungnya, Indonesia sedikitnya membutuhkan perangkat ADS-B di 100 stasiun.

Dia menambahkan penggunaan ADS-B juga masih terbatas untuk pesawat yang terbang di ketinggian 24.500-60.000 kaki. Dengan kata lain, pesawat yang berkapasitas kecil, seperti ATR, DHC dan lain sebagainya belum diwajibkan untuk menggunakan ADS-B.

“Oleh karena itu, pada 2018, kami akan mandatory-kan penggunaan perangkat ADS-B di seluruh pesawat udara, termasuk yang berkapasitas kecil. Kami harap upaya itu dapat meningkatkan keamanan dan keselamatan penerbangan,” ujarnya.

Foto: Joe Roland S Bokau / Indo-Aviation.com