Jelang Idul Fitri, Garuda Diminta Tingkatkan Frekuensi Penerbangan



[columns size=”1/2″ last=”false”]


[/columns]

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia diminta Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan frekuensi penerbangan hingga 20 persen jelang Idul Fitri. Penambahan frekuensi penerbangan ini, kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, bakal diterapkan sepekan sebelum dan sesudah Idul fitri yang diprediksi akan jatuh pada 24-25 Juni 2017.

“Tidak boleh ada keterlambatan di bandara, khususnya bandara di Surabaya, Jakarta, dan Bali. Supaya ada penambahan jam operasional kira-kira tiga jam,” kata Budi.

Dikatakan, penambahan jam operasional penerbangan akan dilakukan di sejumlah bandara, terutama di Jawa Tengah. Maskapai penerbangan dapat memanfaatkan kesempatan itu melalui peningkatan jam operasional.

Penambahan jam operasional penerbangan disebut Menhub dapat mengurangi kemacetan di jalan darat, dengan asumsi masyarakat memilih jalan darat karena penuhnya akses penerbangan.

Sementara itu, soal tarif, Budi mengatakan tidak ada perubahan tarif penerbangan jelang Idulfitri. Maskapai penerbangan tetap tunduk pada batas tarif maksimal. “Tidak ada perubahan. Sejauh ini saya belum mendengar keluhan soal itu, di antara mereka kan juga kompetisi,” tegasnya.

Foto: Joe Roland S Bokau / Indoaviation.co.id

Be the first to comment

Leave a Reply