Categories
International

Data 20.000 Pelanggan Air Canada Dicuri

Air Canada mengumumkan bahwa mereka telah mendeteksi aktivitas login yang tidak biasa pada aplikasi Air Canada antara 22 dan 24 Agustus 2018 lalu. Atas adanya aktivitas yang tak lazim itu, Air Canada memutuskan untuk mengunci 1,7 juta akun pelanggannya sebagai antisipasi pencurian data lebih lanjut. Diyakini, akibat peretasan ini, telah dicuri data 20.000 pelanggan Air Canada. Air Canada juga menghimbau kepada seluruh pelanggannya untuk mengatur ulang kata sandi pada aplikasi Air Canada agar akun dapat aktif kembali.

Walau tidak jelas bagaimana hal itu bisa terjadi, seorang spesialis keamanan siber, seperti dikutip BBC mengatakan kalau situs web Air Canada masih menggunakan kata sandi yang terdiri dari enam hingga sepuluh karakter, serta hanya membolehkan huruf dan angka. Simbol lain tidak dapat dipergunakan dalam pembuatan password.

“Banyak pengguna akan memilih kata sandi yang pendek dan mudah ditebak,” kata Amit Sethi, seorang konsultan keamanan di Synopsys seperti dikutip BBC. “Sementara itu, pengguna lain yang ingin menggunakan kata sandi yang lebih kuat tidak dapat melakukannya,” tambah Sethi.

Air Canada menyebut, beberapa data pelanggan yang mungkin telah dicuri meliputi data pada paspor, kewarganegaraan, tanggal kelahiran, dan negara domisili. Data kartu kredit kemungkinan aman dari peretasan karena tersimpan dalam bentuk ekripsi. Mesti demikian, Air Canada menganjurkan agar para pelanggannya waspada terhadap data finansial kartu kredit yang didaftarkan di situs dan aplikasi Air Canada.

Categories
International

Mencari Celah Pasar Helikopter Latih dan Wisata

Helikopter Bell 505 Jet Ranger X mencari celah pasar di Indonesia. Setelah dioperasikan Whitesky Aviation untuk armada Helicity-nya, kini helikopter lima kursi untuk empat penumpang itu ditawarkan kepada sekolah pilot dan sektor pariwisata.

“Helikopter Bell 505 kami tawarkan ke sekolah-sekolah pilot karena cocok sebagai heli latih. Di Jepang, kami akan delivery lima unit yang akan digunakan sebagai helikopter untuk pelatihan coast guard,” kata Yudhistira Ardi Nugraha, Business Development Manager Bell Helicopter, dalam tur demo Bell 505 Jet Ranger X dari Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (23/8/2018).

Sejak 21 Agustus 2018, Bell 505 berada di Jakarta dan mengajak IndoAviation untuk mencoba terbang di atas kawasan Halim. Menurut Senior Communications Strategist Bell Helicopter Asia Pacific, Eugene Tan, Jet Ranger X itu dikapalkan dari Kanada, pabrikannya, ke Singapura. Kemudian dirakit di Singapura dan terbang ke Indonesia.

“Ada beberapa kota yang akan kami singgahi untuk mengenalkan Bell 505 ini,” ujar Eugene. Setelah Jakarta, helikopter ini akan terbang ke Semarang, Surabaya, Banyuwangi, dan Bali.

Yudhistira menambahkan, selama di Jakarta, Bell 505 terbang ke Bandara Budiarto, Curug, untuk tur demo bagi STPI (Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia). Lantas ke Lapangan Terbang Pondok Cabe untuk dikenalkan pada Pelita Air Service. Sementara di Halim, beberapa sekolah pilot, seperti Genesa Flight Academy dan Flybest Flight Academy, diundang pula untuk ikut tur demo.

Balai Pendidikan & Pelatihan Penerbangan (BP3) Banyuwangi atau Sekolah Pilot Banyuwangi juga menjadi sasaran Bell 505. Sementara di Surabaya, beberapa pengusaha diundang untuk menikmati terbang demo helikopter yang bersuara halus ini.

“Kami akan tur demo selama dua minggu, yang terakhir di Bali,” ungkap Yudhistira. Sektor pariwisata akan dibidiknya dengan keunggulan Bell 505 yang kabinnya memiliki pandangan leluasa ke area di sekitarnya. “Frame bodi heli dengan view yang luas, sehingga penumpang yang duduk di tengah pun bisa leluasa melihat ke luar,” tuturnya. Sementara di Semarang, kata Yudhistira, Bell 505 akan tur demo untuk penerbangan Angkatan Darat (Penerbad).

“Kami hanya akan mengenalkan helikopter yang merupakan pengembangan dari Bell 206 ini. Bell 206 namanya Jet Ranger juga, tapi kalau Bell 505 ditambah ‘X’, jadinya Jet Ranger X. Lama tidak produksi untuk jenis itu, maka kami kenalkan Bell 505 ini,” papar Yudhistira.

Potensi pasar helikopter di Indonesia sebenarnya sangat besar. Namun saat ini peruntukannya masih lebih besar untuk mendukung industri pertambangan, minyak, dan gas bumi. Padahal sepeti pernah dikatakan Direktur Utama Whitesky Aviation, Denon Prawiraatmadja, pasar helikopter untuk fungsi lain, seperti evakuasi medis, air taxi untuk bisnis, dan pariwisata, juga masih besar. Apalagi sekarang ini sektor pariwisata sedang gencar dikembangkan dan menjadi prioritas untuk meraih devisa.

 

Categories
International

Asian Games 2018: Jetstar Asia Ubah Jadwal Penerbangan ke Indonesia

Selama Asian Games 2018, Jetstar Asia menambah jadwal penerbangan dari Singapura ke Jakarta dan mengubah jadwal penerbangan ke Palembang. Jetstar menambah delapan penerbangan pulang-pergi antara Singapura – Jakarta selama perhelatan Asian Games 2018 di Indonesia. Penerbangan ini beroperasi sebagai tambahan dari layanan penerbangan terjadwal mulai dari tanggal 15 Agustus hingga 10 September 2018. Asian Games sendiri berlangsung 18 Agustus sampai 2 September 2018 di Jakarta dan Palembang.

Lebih dari 15,000 atlet dan delegasi dari 45 negara anggota Dewan Olimpiade Asia berpartisipasi dalam Asian Games XVII Kontingen dari negara-negara yang berpartisipasi termasuk Filipina, Malaysia, Thailand, Cina, Jepang, Hong Kong, Taiwan, Vietnam dan Singapura adalah beberapa negara yang akan berpartisipasi.

Sementara itu untuk tujuan Palembang, Jetstar mengubah jadwal penerbangannya antara Palembang – Singapura menjadi setiap hari Selasa, Kamis, dan Minggu. Perubahan jadwal ini akan meningkatkan konektivitas dan mengurangi waktu transit di Singapura untuk para wisatawan dari Palembang ke berbagai tujuan termasuk Penang di Malaysia, Ho Chi Minh di Vietnam dan Phuket di Thailand.

Categories
International

Boeing: Pasar Pesawat dan Jasa Terkait Bakal Capai $15Trilyun

Boeing melalui Commercial Market Outlook (CMO) memprediksi aka nada kebutuhan pesawat jet komersial baru sebanyak 42.730 dalam jangka waktu 20 tahun ke depan. Kebutuhan pesawat baru itu ditaksir akan memiliki nilai bisnis senilai $6,3 triliun. Dengan peningkatan kebutuhan pesawat baru itu, jasa aviasi komersial pun diprediksi meningkat hingga $15 triliun.

Proyeksi tahunan CMOitu sempat dipresentasikan di Farnborough International Airshow,  Diakui sebagai tolak ukur industri untuk proyeksi angkutan udara global, CMO 2018 memproyeksikan jumlah total pesawat meningkat sebesar 4,1 persen dari perkiraan sebelumnya.

“Untuk pertama kalinya setelah beberapa tahun, kami melihat ekonomi tumbuh di setiap kawasan di dunia. Pertumbuhan yang selaras ini memberi stimulus tambahan bagi perjalanan udara secara global. Kami melihat tren lalu lintas yang kuat tidak hanya pada emerging markets seperti Cina dan India, tetapi juga di pasar Eropa dan Amerika Utara,” kata Randy Tinseth, Wakil Presiden Commercial Marketing, The Boeing Company.

Seiring dengan perkembangan lalu lintas udara yang terus berlanjut, data menunjukkan akan adanya gelombang besar padaarmada global untuk memensiunkan pesawat-pesawat yang telah memasuki usia tua.

Menurut data armada, saat ini ada lebih dari 900 pesawat yang berusia lebih dari 25 tahun. Pada pertengahan tahun 2020, lebih dari 500 pesawat per tahun akan mencapai usia 25 tahun – dua kali lipat dari jumlah saat ini – yang akan memicu gelombang pensiun. Tinseth mengatakan, data tersebut menjelaskan mengapa 44 persen pesawat baru akan dibutuhkan hanya untuk menggantikan pesawat yang dipensiunkan, sementara selebihnya untuk mendukung pertumbuhan ke depan.Jika termasuk pesawat yang akan dipertahankan, armada global diproyeksikan meningkat dua kali lipat menjadi 48.540 pada tahun 2037.

Pesawat berlorong tunggal akan mengalami pertumbuhan yang paling besar selama periode proyeksi, dengan adanya permintaan sebanyak 31.360 pesawat baru atau meningkat sebesar 6,1 persen dibanding tahun lalu. Pasar dengan nilai $3,5 triliun ini sebagian besar dipacu oleh pertumbuhan pesat maskapai penerbangan bertarif rendah, kuatnya permintaan dari emerging markets,dan meningkatnya permintaan pesawat pengganti di pasar seperti Cina dan Asia Tenggara.

Foto: Dok. Boeing CMO 2018.

Segmen pesawat berbadan lebar akan membutuhkan 8.070 pesawat baru dengan nilai mendekati $2,5 triliun untuk jangka waktu 20 tahun ke depan. Permintaan pesawat berbadan lebar akan didorong oleh kebutuhan untuk mengganti pesawat yang akan pensiun mulai awal dekade berikutnya dan maskapai yang mulai menggunakan pesawat modern seperti 787 Dreamliner dan 777X untuk ekspansi jaringan global mereka.

Selanjutnya, Boeing memperkirakan kebutuhan untuk 980 pesawat kargo berbadan lebar produksi baru selama masa proyeksi, bertambah 60 pesawat dari tahun lalu. Selain itu, para operator diperkirakan akan membeli 1.670 pesawat kargo yang telah dikonversi.

Armada yang besar menciptakan permintaan yang kuat dan terus tumbuh untuk jasa pendukung penerbangan, mulai dari rantai pasokan (suku cadang dan logistik), pemeliharaan dan jasa tehnik, modifikasi pesawat, sampai operasional penerbangan. Dalam jangka waktu 20 tahun ke depan, Boeing memperkirakan pasar sebesar $8,8 triliun untuk jasa pendukung penerbangan komersial dengan pertumbuhan per tahun sebesar 4,2 persen.

“Bisnis pesawat komersial menciptakan peluang yang besar bagi penyedia jasa. Proyeksi kami secara keseluruhan menunjukkan pasar komersial sebesar $15 triliun ke depan,” tutur Tinseth. Lebih lanjut Tinseth menjelaskan, maskapai akan melakukan lebih banyak alih daya, jaringan pesawat dan maskapai akan menjadi lebih efisien dan handal. Teknologi baru juga akan memberikan solusi. Semua ini mendorong permintaan yang lebih besar bagi solusi yang terintegrasi padasebuah pesawat.

Kategori utama pada jasa yaitu pasar senilai $2,3 triliun untuk pemeliharaan & tehnik, yang mencakup kegiatan yang diperlukan untuk mempertahankan atau mengembalikan kelaikan sebuah pesawat beserta sistem, komponen dan strukturnya. Kategori utama lainnya adalah pasar sebesar $1,1 triliun untuk operasional penerbangan, yang mencakup jasa yang berhubungan dengan kokpit, pelayanan di kabin, pelatihan dan manajemen awak kabin, serta operasional pesawat.

Secara geografis, permintaan terhadap pesawat dan jasa pendukung mengarah ke pasar yang sedang berkembang. Asia Pasifik, termasuk Cina, memimpin dengan 40 persen dari total pengiriman pesawat dan 38 persen dari total nilai jasa pendukung. Selanjutnya Amerika Utara dan Eropa berada pada posisi tiga besar.

Categories
International

Harga BBM Naik. Scoot Naikkan Harga Tiket

Gara-gara harga bbm (bahan bakar minyak) naik, Scoot, maskapai penerbangan bertarif rendah milik Singapore Airlines Group, berencana menaikkan harga tiket di seluruh jaringan sebagai respons atas kenaikan harga bahan bakar yang telah melonjak hampir 40% year on year dan sekarang mendekati rata-rata US$ 90 per barel.

Secara umum, harga tiket penerbangan Scoot akan meningkat antara S$ 5 sampai S$ 30 per sektor, tergantung durasi penerbangan. Di seluruh jaringan, harga akan meningkat rata-rata 5%. Kenaikan harga akan berlangsung mulai 1 September 2018. Dengan bahan bakar yang rata-rata membebani 32% dari biaya operasional Scoot, kenaikan harga bakar telah mendorong kenaikan belanja bahan bakar Scoot sebesar 31% year on year.

Pada Maret 2016, Scoot telah menghapus biaya bahan bakar dari struktur harga tiket karena bahan bakar merosot ke posisi terendah selama enam tahun.

Selain menaikkan harga, Scoot juga tengah meninjau upaya-upaya lain untuk menekan biaya. Beberapa di antaranya termasuk mengeksplorasi cara untuk mengurangi pemakaian bahan bakar, meninjau ulang kontrak dengan pemasok, serta meningkatkan produktivitas tenaga kerja.

Categories
International

AirAsia Siap Kembangkan Wisata Berkelanjutan Danau Toba

Dimulai dengan akan terbang rute Kuala Lumpur-Silangit pada 28 Oktober 2018, AirAsia berinvestasi dalam pengembangan pariwisata Danau Toba. Untuk itu, maskapai penerbangan berbasis di Malaysia ini membawa tim program berkelanjutan yang akan bekerja sama dengan otoritas dan komunitas lokal di Sumatera Utara.

“Kami siapkan tim program berkesinambungan yang spesifik untuk menjaga keindahan alami Danau Toba melalui inisiatif ramah lingkungan kami. Kami juga akan menjalankan beberapa program pemberdayaan masyarakat untuk mendukung komunitas lokal,” kata Tony Fernandes, CEO AirAsia Group pada acara “Peresmian Peluncuran Penerbangan AirAsia Kuala Lumpur-Silangit” di Jakarta, Kamis (2/8/2018).

Tony mengatakan, pihaknya ingin berpartisipasi dalam meningkatkan pariwisata di Indonesia. “Ini komitmen kami untuk membawa wisatawan mancanegara lebih dekat lagi ke tujuan wisata terbaik di Indonesia. Pada saat yang sama, kami juga membantu menjamin keberlanjutan destinasi-destinasi tersebut,” ucapnya.

Silangit adalah salah satu destinasi itu, selain Belitung dan Banyuwangi yang juga akan diterbangi AirAsia dari Kuala Lumpur pada tahun ini. “Membangun konektivitas itu penting untuk rencana bisnis kami,” ujar Tony. Selanjutnya, bukan cuma wisatawan, penumpang bisnis pun menjadi targetnya untuk mengembangkan destinasi-destinasi tersebut, termasuk angkutan logistik dan kargo. Bahkan di Belitung, kata Tony, AirAsia Group juga akan investasi untuk membangun hotel.

AirAsia akan terbang empat kali seminggu dengan Airbus A320 dari Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA2) ke Bandara Silangit di Tapanuli Utara. “Selanjutnya target kami adalah terbang daily,” kata Tony, yang tidak menyebutkan angka penumpang karena bukan hanya itu target penerbangannya.

“Hal itu menjadi tugas kita bersama agar AirAsia bisa terbang berkesinambungan ke Silangit,” ucap Judi Rifajantoro, Staf Khusus Menteri Bidang Pariwisata Kementerian Pariwisata. “Ini kan penerbangan reguler. Kita siapkan berbagai upaya untuk memberikan insentif apa yang bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan yang datang. Pada tahap-tahap awal ini kita jaga.”

Kemenpar memang memberikan apresiasi pada AirAsia yang memberikan kontribusi paling besar dalam mendatangkan turis mancanegara, hingga mencapai 25 persen. “Paling besar dibandingkan kontribusi maskapai lain,” ujar Judi.

Our dream will come true,” ucap Judi tentang penerbangan rute internasional dari Silangit itu. “Kami yakin, dengan adanya penerbangan ini kontribusinya akan prositif dan memudahkan untuk mencapai target 17 juta wisatawan mancangara tahun ini. Sampai sekarang, kata Judi, baru 7,5 juta wisman yang datang, tumbuh 13 persen dari target 21 persen.

Untuk mencapai target itu, Kemenpar akan terus bekerja sama dengan maskapai penerbangan. Salah satu dukungannya adalah akan melakukan promosi wisata bersama. “Dari hub-nya di Kuala Lumpur, AirAsia yang memiliki jaringan penerbangan yang besar diharapkan bisa membawa wisatawan dari China, India, dan negara-negara ASEAN ke Silangit,” tutur Judi.

Pada kesempatan yang sama, PLT Dirjen Perhubungan Udara Pramintohadi Sukarno mengatakan, dengan adanya penerbangan tersebut, potensi wisata di Sumatera Utara bisa cepat berkembang. Kemudian perekonomiannya akan meningkat dan bisa menyejahterakan masyarakat setempat.

“Sudah cukup banyak rute domestik di Silangit. Untuk rute internasional, selain AirAsia, Malindo Air juga sedang dalam proses untuk penerbangan dari Kuala Lumpur tapi terbang dari bandara di Subang,” ungkap Pramintohadi. Sebelumnya pada Juni 2018, Malindo sudah terbang carter ke Silangit dari Subang dan rencananya akan terbang reguler pada pertengahan Agustus ini.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman,Luhut Binsar Pandjaitan yang menjadi tamu kehormatan pada acara tersebut berterima kasih kepada AirAsia, yang akan terbang rute Kuala Lumpur-Silangit. “Kami sedang meningkatkan fasilitas bandara dengan akan memperpanjang landasan dari 2.650 meter menjadi 3.000 meter. Kami juga memperluas apron dan terminal penumpang untuk mengakomodasi lebih banyak pesawat dan penumpang. Kami harap rute baru ini akan bermanfaat bagi ekonomi dan komunitas lokal,” katanya.

Tony menegaskan, lupakan soal perpanjangan landasan dan pengembangan fasilitas lainnya karena AirAsia tetap akan terbang ke Silangit. Di Silangit, ia ingin mengulang sukses penerbangannya ke Bandung. “Selama ini, pemerintah Indonesia sudah melakukan segalanya dengan lebih baik. Kami mengapresiasi upaya pemerintah Indonesia yang telah membangun infrastruktur dengan baik guna meningkatkan kunjungan wisatawan. Terutama dengan adanya pertumbuhan yang sangat besar dari LCC (Low Cost Carrier).”

Categories
International

Airbus Perkenalkan A220-100 dan A220-300

Airbus menawarkan pesawat baru keluarga A220. Untuk pertama kali, pesawat A200-300 dengan nama dan warna Airbus yang baru dipertunjukan di Henri-Ziegler Delivery Centre, dekat Toulouse, Prancis, pada 10 Juli 2018 dan disaksikan oleh karyawan Airbus dan wartawan dunia.

“Kami sangat menantikan momen bersejarah ini dan dengan antusias menyambut bergabungnya A220 ke dalam keluarga Airbus. Kami merasa tersanjung karena dapat menyaksikan pesawat ini menggunakan nama serta warna Airbus untuk pertama kalinya,” ujar Guillaume Faury, Airbus President Commercial Aircraft.

Faury pun menyampaikan rasa hormatnya pada Bombardier dan pemasok lainnya, yang dalam beberapa tahun terakhir ini telah bekerja keras untuk menghadirkan pesawat fantastis tersebut. “A220 kini memasuki fase baru dari perjalanan kariernya, yang didukung oleh semua sumber daya Airbus untuk meraih kesuksesan.”

Keluarga pesawat A220 terdiri dari dua model, A220-100 dan A220-300. Sebelumnya, pesawat ini merupakan Seri C, yakni CS100 dan CS300, keluaran Bombardier. Pesawat ini dioptimalkan untuk pasar pesawat berkapasitas 100-150 kursi dan menjadi pelengkap bagi keluarga pesawat terlaris A320neo.

“Kami sangat antusias untuk menjual A220, khususnya berkat teknologi yang menjadikannya pesawat dengan keunggulan signifikan di pasar yang amat kompetitif,” ujar Eric Schulz, Airbus Chief Commercial Officer,

Pihaknya pun menerima tanggapan positif dari pelanggannya, mulai dari pengalaman penumpang yang luar biasa, penggunaan bahan bakar yang lebih efisien, bobot pesawat yang lebih ringan, hingga suara mesin yang lebih senyap. “Semuanya berkontribusi terhadap optimisme saya bahwa Airbus dapat memberikan dukungan terbaiknya untuk menyukseskan penjualan A220,” tutur Schulz.

Pelanggan pertama keluarga A220 adalah JetBlue, yang pada kesempatan tersebut menandatangani nota kesepahaman (MoU) atas pemesanan 60 unit A220-300. Pesawat tersebut nantinya akan ditenagai oleh mesin GTF dari Pratt & Whitney.

Categories
International

Pelancong Bisnis Gratis Ubah Jadwal Penerbangan dengan Jetstar FlexiBiz

Di Asia sedang tumbuh pelancong bisnis yang membutuhkan penerbangan dengan fleksibilitas tinggi, seperti dapat mengubah jadwal keberangkatan tanpa biaya mahal bahkan gratis. Begitu juga dengan pelancong bisnis di Indonesia yang sering bepergian Jakarta-Singapura, salah satunya. Maka Jetstar yang terbang lima kali per hari Singapura-Jakarta pun memperkenalkan Paket Jetstar FlexiBiz.

“Jetstar menjawab kebutuhan untuk segmen pelancong bisnis di Asia. Mereka ingin mengurangi biaya perjalanan, tapi tetap mendapatkan fleksibilitas dengan harga terjangkau,” ujar Francis Loi, Head of Commercial for Jetstar Asia pada acara buka puasa bersama wartawan di Jakarta, Rabu (30/5/2018).

Paket Jetstar FlexiBiz, kata Francis, dapat memudahkan perjalanan bisnis bagi para pelancong bisnis hemat di Asia. “Dengan FlexiBiz, Anda gratis menjadwal ulang penerbangan pada hari yang sama sampai check-in ditutup. Bagasi jinjing juga bisa sampai 10 kg dari yang biasanya 7 kg. Bisa memilih kursi di baris depan atau kursi standar tanpa biaya juga. Jika membatalkan penerbangan akan mendapatkan voucher kredit Jetstar yang berlaku enam bulan sejak tanggal berlaku tiket. Bahkan bisa dipindahnamakan,” tutur Francis.

Menurut Francis, lebih dari 50% pelanggan Jetstar adalah pelancong bisnis pada jadwal penerbangan yang sibuk dari Singapura ke Jakarta, Kuala Lumpur, Bangkok, Manila, Yangoon, dan Hong Kong. Karena itu, Jetstar ingin menumbuhkan segmen ini dengan menawarkan paket yang telah disesuaikan dengan kebutuhan mereka.

“Kami terus meninjau bisnis kami untuk menemukan cara inovatif untuk menarik berbagai segmen dengan tetap menawarkan biaya yang terjangkau,” ucap Francis. Di samping itu, ia juga mengatakan, untuk memenuhi permintaan pada libur Lebaran, Jetstar pun menambah 21 penerbangan dari Singapura ke Pekanbaru, Palembang, Medan, dan Surabaya.

Sebelumnya, Regional Communications Jetstar Group, Kate Lonsdale memaparkan, Jetstar Group yang memiliki lima maskapai penerbangan, sejak berdiri pada Desember 2004 sudah menerbangkan sekitar 250 juta penumpang. Kelima Jetstar itu adalah Jetstar Australia dan Jetstar Asia (Singapura), keduanya mulai beroperasi tahun 2004, juga Jetstar Pacific (Vietnam) tahun 2008, Jetstar New Zealand (2009), dan Jetstar Japan (2012).

Armada keseluruhannya 133 pesawat dengan jenis Airbus A320 dan A321, serta Boeing 787 Dreamliner, juga pesawat propeller Bombardier Q300 yang dioperasikan Jetstar New Zealand. Saat ini Jetstar sudah terbang ke 85 destinasi di Asia Pasifik dan memiliki 30 codeshare dengan berbagai airline, seperti Emirates, KLM, dan United Airlines.

“Jetstar nemiliki lebih dari 500 penerbangan per hari saat ini,” ujar Kate, yang juga menyatakan rasa senangnya bisa datang ke Indonesia dan ikut berbuka puasa bersama rekan jurnalis. Dia memang baru pertama kali ke Indonesia dan baru dua bulan bergabung bersama Jetstar.

Categories
International

Emirates Terbang ke Auckland lewat Bali

Wisatawan Indonesia yang tertarik berwisata ke Selandia Baru akan memiliki pilihan penerbangan baru. Emirates, maskapai penerbangan Uni Emirate Arab, akan terbang langsung dari Denpasar, Bali ke Auckland mulai 14 Juni 2018.

“Ya, Emirates akan membuka rute baru Dubai-Bali-Auckland. Rute baru ini akan menjadi penerbangan satu-satunya sepanjang tahun ini antara Bali dan Auckland untuk memenuhi kebutuhan perjalanan dua destinasi tersebut,” kata Rashid Al Ardha, Country Manager Emirates untuk Indonesia, pada acara buka puasa bersama dengan media di Jakarta, Kamis (24/5/2018).

Penerbangan Emirates rute Dubai-Bali-Auckland yang beroperasi satu kali sehari itu menggunakan pesawat Boeing 777-300ER. Pesawat ini berkapasitas delapan kursi Kelas Utama, 42 kursi Kelas Bisnis, dan 304 kursi Kelas Ekonomi, serta kargo 20 ton.

Menurut Rashid, penumpang Indonesia yang akan ke Auckland akan memiliki tambahan pilihan penerbangan dari Bali. Sebelumnya dari Bali sudah ada dua penerbangan harian ke Dubai. Begitu juga penumpang dari Auckland, yang tahun 2017 ada sekitar 45.000 wisatawan yang datang ke Bali. Emirates pun telah beroperasi di Auckland sejak pertengahan tahun 2003.

“Penerbangan Dubai-Bali-Auckland memiliki kelas utama, sedangkan dua penerbangan Dubai-Bali hanya dua kelas. Ini memberi tambahan pilihan yang menyenangkan,” ucap Rashid.

Emirates, kata Rashid, sudah memiliki izin untuk menerbangkan penumpang dari Bali ke Auckland sebagai negara ketiga (fifth freedom). “Kami memiliki hubungan dan penjanjian yang kuat dengan pemerintah Indonesia, yang berjalan sejak lama,” katanya.

Emirates dengan nomor penerbangan EK450 berangkat dari Dubai pukul 06.55 waktu setempat dan tiba di Denpasar pukul 20.20 WITA. Dilanjutkan penerbangan ke Auckland pukul 22.00, dan tiba di kota terbesar di Selandia Baru tersebut pada pukul 10.00 keesokan harinya. Dari Auckland, dengan EK451 berangkat pukul 12.40 dan tiba di Denpasar pukul 17.55. Pada pukul 19.50 berangkat dari Denpasar dan tiba di Dubai selepas tengah malam pukul 00.45.

Emirates yang sudah terbang ke Jakarta sejak 10 Agustus 1992, kini mengoperasikan 14 penerbangan mingguan Jakarta-Dubai. Ketika ditanyakan, kenapa operasi penerbangannya belum pindah ke Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Rashid menjawab bahwa masih banyak yang perlu dipertimbangkan. “Ini sensitif. Kami tak ingin menjawabnya lagi.”

Categories
International

Scoot Terbang ke Berlin

Maskapai penerbangan hemat biaya atau LCC (low cost carrier) kian ekspansif untuk terbang jarak jauh. Salah satunya Scoot, maskapai penerbangan anak usaha Singapore Airlines Group, yang kali ini menawarkan penerbangan Singapura-Berlin di Jerman, setelah tahun 2017 terbang ke Athena di Yunani dan Honolulu di Hawaii, AS.

“Penerbangan Singapura-Berlin akan dimulai pada 20 Juni 2018, termasuk dari Indonesia,” kata Vinod Khannan, Chief Commercial Officer (CCO) Scoot di Jakarta, Selasa (27/3/2018). Penerbangan dengan frekuensi empat kali seminggu itu menggunakan pesawat berbadan lebar Boeing 787 Dreamliner.

Di Indonesia, Scoot yang berbasis di Singapura ini terbang ke Jakarta, Surabaya, Bali, dan Palembang. Bahkan pada Juli 2018, Scoot yang Juli 2017 merger dengan Tiger Air ini kan menggantikan SilkAir untuk terbang Singapura-Pekanbaru.

Menurut Vinod, saat ini Scoot merupakan satu-satunya LCC di Asia Tenggara yang menawarkan penerbangan Singapura-Berlin. Dipilihnya Berlin karena merupakan gerbang menuju Jerman dan Eropa Barat, seperti Belgia, Belanda, Denmark, dan Prancis.

“Kami mencari destinasi baru yang menarik dengan harga terjangkau demi memenuhi hasrat berkelana penumpang kami. Berlin merupakan kota modern yang menarik, bahkan masuk peringkat kota terbaik dunia untuk millennial. Sangat cocok dengan pasar Scoot,” papar Vinod.

Vinod mengakui, pasar Indonesia untuk penerbangan jarak jauhnya belum besar. “Ke Honolulu yang terbang Desember lalu, karena lewat Osaka, menjaring pasar Jepang yang besar. Dari Singapura sedikit, begitu juga dari Indonesia pasarnya masih sedikit,” ujarnya.

Namun Vinod optimis, destinasi Berlin akan diminati wisatawan Indonesia. Apalagi penerbangannya itu juga menggandeng German National Tourist untuk ASEAN yang berkantor di Singapura.

Berlin yang terkenal dengan kekayaan sejarah, seni, dan budaya itu diberi gelar “City of Design” oleh UNESCO pada tahun 2008. Menurut Director Marketing & Sales German National Tourist Office ASEAN Chun Hoy Yuen, Berlin merupakan kota dengan kunjungan terbanyak kedua di antara kota-kota di Jerman dan penggerak pariwisata inbound sejak tahun 2016.

“Dengan sekitar 120.000 wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Jerman, menjadikan Indonesia pasar yang penting bagi Jerman,” kata Chun.