Inspeksi Mesin, Boeing Tangguhkan Penerbangan 737 MAX



737MAX; 737; Boeing; 737MAX first flight; air to air; K66500-05

Pabrikan pesawat asal Amerika Serikat, Boeing pada Rabu (10/5) mengumumkan akan menangguhkan semua penerbangan pesawat narrowbody terbarunya, 737 MAX. Pabrikan pesawat memiliki kekhawatiran akan masalah kualitas manufaktur di dalam mesin baru pesawat ini.

“Dengan kehati-hatian yang berlebihan, kami memutuskan untuk sementara menangguhkan penerbangan MAX. Langkah ini sesuai dengan fokus prioritas kami pada keselamatan bagi semua pengguna yang menggunakan dan menerbangkan produk kami,” kata Boeing dalam sebuah pertanyaan seperti yang dilansir oleh CNN.

Boeing mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pabrikan memeriksa setiap mesin Leap-1B yang menjadi mesin yang mentenagai 737 MAX. Mesin ini dibuat oleh CFM Internasional, yang merupakan joint venture antara General Electric (GE), Amerika Serikat dengan Safran, Perancis. Mesin yang terkena dampak akan dikirim dari negara bagian Washington menuju lokasi manufaktur di negara bagian Indiana dan di Perancis untuk pemeriksaan, kata Jamie Jewell, juru bicara CFM.

Karena komponen yang dicurigai memiliki pemasok berbeda, masalahnya tidak mempengaruhi semua mesin. CFM mengatakan akan melakukan inspeksi untuk menentukan berapa banyak jet yang terkena dampak. Ini berarti Boeing harus bisa melakukan pengiriman pertama 737 MAX, yang dijadwalkan untuk masuk operasional di maskapai penerbangan Malaysia, Malindo Air, akhir bulan ini, namun menempatkan jadwal pengiriman di masa depan yang berisiko.

Jewell mengatakan, inspeksi CFM pekan lalu menemukan “beberapa anomali dalam proses” pembuatan cakram untuk turbin jet. Jewell juga menekankan bahwa tidak ada masalah terkait bagian ini dalam lebih dari 2.000 jam flight test untuk 737 MAX.

Boeing juga mengatakan, grounding tersebut juga menghentikan flight test dari 737 MAX 9, varian kedua dari empat varian keluarga 737 MAX. Pesawat ini memulai penerbangan perdananya pada April lalu.

Foto: Boeing

Be the first to comment

Leave a Reply