Inilah Sosok Helikopter AW 101 yang Diributkan Itu



Helikopter AW101. Foto: Leonardo Company
Helikopter AW101. Foto: Leonardo Company

Helikopter AW 101 kini tengah ramai diperbincangkan di Indonesia. Heli jenis ini kabarnya telah dibeli oleh TNI AU dan telah datang di Indonesia. Proses pengadaan helikopter ini kini diributkan. Terlepas dari keributan itu, marilah kita simak sedikit tentang helikopter AW 101 ini.

AW 101 merupakan helikopter serbaguna yang dibuat kini dibuat oleh AgustaWestland, pabrikan asal Inggris. Aslinya helikopter ini dibuat oleh pabrikan Italia, Leonardo Company. AW101 tergolong sebagai medium-lift helicopter yang bisa digunanakan untuk kalangan militer maupun sipil. Helikopter ini menjalani penerbangan perdana pada 9 Oktober 1987. Dirancang untuk menggantikan helikopter Sikorsky S-61 dalam hal perannya sebagai helikopter transport medium dan anti kapal selam.

AW 101 memiliki fitur kabin paling besar di kelasnya, di mana helikopter ini memiliki lebar kabin sebesar 2,49 meter dan tinggi kabin sebesar 1,83 meter. Ini memungkinkan penumpang dapat berjalan di dalam kabin yang luas dan cukup tinggi. Selain itu, heli juga dapat dilengkapi dengan berbagai perlengkapan dan peralatan lain, baik peralatan sipil maupun militer. Menurut pabrik pembuatnya, Leonardo, helikopter ini mampu menerbangkan lebih dari 30 penumpang dan diterbangkan oleh 2 pilot.

Airframe AW 101 kuat. Kabarnya dirancang umtuk persyaratan crash worthiness. Selain itu, helikopter ini menggunakan tiga mesin CT7-8E buatan parbrikan General Electric, Amerika Serikat. AW101 menggunakan material komposit pada rotor utama dan rotor ekor dengan proteksi dari icing sebagai opsi. Helikopter juga memiliki tiga buah roda pendarat yang bersifat retractable dengan sistem steering dan braking. Kemampuan pengisian bahan bakar di udara (air refueling) oleh AW 101 dilakukan melalui perangkat  air-to-air refueling probe.

Leonardo mengklaim, AW101 memiliki perangkat avionik  lengkap, seperti kokpit yang dilengkapi lima buah layar LCD, EGPWS (Enhanced Ground Proximity Warning System), TCAS (Traffic Collision Avoidance System), Standby instrument yang terintegrasi, radar cuaca, sistem interkomunikasi antara kokpit dan kabin, peta digital, tiga unit sistem hidrolik  independen, full ice protection system dan lain-lain. AW101 memiliki jarak terbang maksimal 1.360 km, kecepatan jelajah 278 km/jam dan bobot maksimal untuk lepas landas sebesar 15.600 kg.

Terdapat beberapa kompetitor utama AW 101. Pertama, helikopter rancangan Eurocopter (sekarang Airbus Helicopters) EC725/H225M Super Cougar, dan kedua, helikopter rancangan Sikorsky, S-92. Perbedaannya, secara fisik EC725 dan S-92 sedikit lebih kecil daripada AW 101, di mana EC725 memiliki panjang 19,5 meter dan tinggi 4,6 meter dan S-92 memiliki panjang 17,10 meter dan tinggi 4,71 meter. Sedangkan AW 101 memiliki panjang sekitar 22,83 meter dan tinggi 6,66 meter. Selain itu, dari segi kapasitas, AW 101 mampu menampung penumpang lebih banyak, yaitu sekitar 30 penumpang. Sedangkan EC725 hanya dapat menampung 28 penumpang dan S-92 hanya mampu menampung 19 penumpang.

Hingga saat ini, operator dari AW 101 antara lain, Angkatan Laut Inggris, Angkatan Laut Italia, Angkatan Udara Denmark, Angkatan Udara Kanada, dan sejumlah operator VIP di Arab Saudi, Nigeria, dan Turkmenistan. Angkatan Udara India kabarnya sempat memesan 12 helikopter AW 101, namun kemudian membatalkannya karena ketidaksesuaian spesifikasi. Pembatalan itu kabarnya juga disebabkan oleh temuan adanya dugaan korupsi dalam pengadaan helikopter AW 101 untuk Angkatan Udara India itu.

Foto: Leonardo Company

Be the first to comment

Leave a Reply