Inilah Black Box Jenis Baru Buatan Airbus



Generasi baru kotak hitam dapat terlontar dan mengapung di air. Foto: Airbus.

Airbus tengah mengembangkan  black box jenis baru  yang dapat terlontar dari tempatnya ketika pesawat hancur berkeping-keping atau tenggelam di lautan. Kotak hitam jenis baru kotak hitam ini diharapkan dapat menyelamatkan data terakhir pesawat sebelum mengalami kecelakaan, sehingga dapat membantu memudahkan proses penyelidikan.

Pada pesawat terbang, kotak hitam jenis baru ini akan menjadi kotak hitam kedua yang mendampingi kotak hitam utama. Saat pesawat mengalami kecelakaan, kotak hitam kedua  akan terlontar dan pelampungnya akan mengembang sehingga mudah ditemukan. Airbus memastikan, kotak hitam baru ini hanya akan terlontar keluar saat struktur pesawat hancur atau tenggelam sedalam dua meter atau lebih.

Menurut Airbus kotak hitam jenis baru ini cocok  dipasang pada pesawat terbang jarah jauh yang terbang melintas lautan dan daerah terpencil.  Jika pesawat jatuh di lautan, kotak hitam bisa keluar dengan mudah dan mengapung, lalu memancarkan ping (sinyal) darurat agar mudah ditemukan.

Airbus merancang kotak hitam baru itu hadir dalam dua versi, yakni CVDR (Cockpit Voice and Data Recorder)  dan ADFR (Automatic Deployable Flight Recorder) yang memiliki kemampuan rekam data dan suara  kokpit hingga 25 jam.  Umumnya kotak hitam jenis lama, baik itu CVR maupun FDR, hanya merekam data dan suara selama dua jam terakhir.

CVDR akan lebih ringan dari kotak hitam jenis lama. Desainnya lebih kompak dan lebih kokoh.  CVDR baru merupakan jawaban atas kebutuhan EASA dan ICAO yang ingin agar kotak hitam dapat merekam data lebih lama.

CVDR baru ini kabarnya akan dipasang pada pesawat terbang jarak dekat, A320.  Sementara  ADFR akan dipasang pada pesawat terbang jarak jauh seperti Airbus A321LR, A330, A350 XWB and A380. ADFR akan menambah kemampuan pesawat terbang komersial terbaru jika mengalami kecelakaan fatal atau jatuh ke laut. Didesain dapat mengapung di air, ADFR juga dilengkapi dengan Emergency Locator Transmitter (ELT) yang akan membantu tim penyelamat menemukan lokasi kecelakaan dan menyelamatkan rekaman data penerbangan.

Charles Champion, Executive Vice President of Engineering  Airbus Commercial Aircraft mengatakan “Airbus bersama L3 Technologies dan Leonardo DRS sangat bangga dapat melengkapi pesawat-pesawat baru dengan 25 jam rekaman data dan suara. Di awali dengan memasangnya padapesawat jarak sangat jauh A350 XWB, kami akan memasangnya pada seluruh produk kami.”

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply