Ini Strategi Garuda Hadapi Gempuran Maskapai Timur Tengah



Besarnya potensi pasar penerbangan umroh dari Indonesia membuat sejumlah maskapai penerbangan asing, khususnya dari Timur Tengah, begitu agresif dalam melakukan ekspansi. Kondisi ini tentu saja membuat persaingan dengan maskapai penerbangan asal Indonesia menjadi semakin sengit.

Garuda Indonesia, perusahaan penerbangan yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh negara, mengaku sudah siap dalam menghadapi gempuran para maskapai penerbangan dari Timur Tengah. Bahkan Garuda Indonesia sudah menyiapkan strategi-strategi khusus dalam menghadapi lawan-lawannya itu.

Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo mengatakan bahwa langkah pertama yang dilakukan oleh perusahaan agar tetap bisa bersaing adalah dengan menekan biaya operasional. “Garuda sedang giat melakukan restrukturisasi cost. Operating cost yang kita tekan, kita target fix cost turun 15-20 persen. Kalau harga avtur yang nyumbang 38 persen itu kan di luar kendali kita,” ujarnya.

Selain itu, langkah yang dilakukan Garuda Indonesia adalah dengan refinancing pesawat. Caranya yaitu melakukan negosiasi ulang sewa pesawat dengan pihak leasing, serta berupaya menekan pengeluaran avtur. “Di-refinancing seperti tambah umur sewa dan negosiasi tarif supaya kita hadapi cost structure dengan baik. Itu (sewa) juga masuk satu paket dengan asuransi dan maintenance cost kita upayakan tekan,” terang Arif.

Menurut Arif, Garuda Indonesia juga berupaya membuka penerbangan langsung dari sejumlah kota di Indonesia menuju Arab Saudi dalam melayani para jamaah umroh. “Serving umrah di kota-kota di luar Jakarta itu kan sangat besar seperti Balikpapan, Medan, Surabaya, Solo lagi kita kaji. Kita pertahankan dan tambah yang kelas ekonomi, dan itu dilakukan dengan penerbangan langsung untuk umrah,” pungkasnya.

Foto: Airbus

Be the first to comment

Leave a Reply