Ini Ketentuan Membawa Barang ke Dalam Kabin Pesawat



Dalam sebuah penerbangan, seorang penumpang diperbolehkan membawa barang bawaannya ke dalam kabin pesawat (carry-on baggage), seperti koper, ransel atau tas-tas kecil yang biasanya berisi barang-barang berharga, seperti perhiasan, laptop maupun kamera. Barang-barang berharga ini tentu saja tidak dapat ditempatkan di bagasi kargo.

Namun, bukan berarti penumpang dapat dengan seenaknya membawa barang bawaannya ke dalam kabin.

Edaran Keselamatan DSKU/EK/002/2005 yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI mengatur tentang barang bawaan penumpang di dalam kabin pesawat terbang. Dasar acuannya yaitu CASR 121 dan CASR 135 yang mensyaratkan barang bawaan penumpang tidak menghalangi jalan evakuasi jika terjadi keadaan darurat, tidak menghambat dalam pengambilan peralatan keselamatan seperti tabung pemadam api, tabung oksigen dan kotak P3K jika diperlukan, dan tidak jatuh atau terlepas dari tempat penyimpanannya sehingga dapat dihindarkan terjadinya cedera pada penumpang atau awak pesawat terbang.

Edaran ini juga mengatur jumlah dan ukuran dari barang bawaan penumpang yang harus sesuai yang tercantum dalam carry-on baggage program di dalam company operation manual yang telah disetujui. Barang bawaan penumpang di dalam kabin harus disimpan di rak di atas kepala (overhead bin) yang dilengkapi dengan pengikat atau penutup dan label tentang maksimum barang yang boleh disimpan di dalamnya. Misalnya jumlah maupun berat barang yang disimpan di overhead bin, tidak boleh melebihi spesifikasi yang ditetapkan oleh setiap pabrikan pesawat, karena spesifikasi overhead bin berbeda-beda. Selain itu, barang bawaan penumpang juga dapat disimpan di bawah kursi pesawat, dengan syarat harus memiliki sarana yang dapat mencegah barang-barang yang disimpan di bawah kursi tidak meluncur ke depan dan/atau ke aisle/gang di kabin pesawat.

Edaran ini juga mewajibkan kepada maskapai penerbangan untuk memastikan jumlah dan ukuran barang yang akan dibawa masuk ke kabin pesawat oleh calon penumpangnya sesuai dengan yang ditentukan. Misalnya, panjang, tinggi maupun lebar tas atau koper yang akan dibawa ke kabin tidak melebihi ketentuan, begitu pula dengan berapa banyak barang yang akan dibawa ke kabin.

Garuda Indonesia sebagai contoh, seperti yang tertera di website-nya membatasi maksimum carry-on baggage dengan panjang 56 cm, lebar 36 cm, tebal 23 cm, namun jumlah dari tiga dimensi tersebut tidak melebihi 115 cm atau berat sebesar 7 kilogram. Terdapat pengecualian pada sejumlah armada pesawat yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia, di mana pada Economy Class CRJ-1000 dan ATR72, dibatasi dengan maksimal panjang 41 cm, lebar 34 cm, tebal 17 cm, namun jumlah dari tiga dimensi tersebut tidak lebih dari 92 cm atau berat sebesar 7 kilogram. Selain itu, melarang memasuki kabin pesawat jika calon penumpangnya membawa barang yang jumlah dan ukurannya melebihi dari ketentuan. Terakhir, melarang untuk menutup pintu pesawat terbang dalam persiapan taxi ataupun pushback sebelum awak pesawat yang ditugaskan selesai melakukan pemeriksaan bahwa seluruh barang bawaan penumpang telah disimpan pada tempat yang telah disediakan.

Foto: Emirates

Be the first to comment

Leave a Reply