Ini Detail Kerjasama Teknis Antara Indonesia dengan Perancis



Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan melanjutkan kerjasama teknis di bidang transportasi udara dengan Pemerintah Perancis yang diwakili oleh The Direction Générale de l’Aviation Civile of the French Republic (French DGAC). Kerjasama teknis ini meliputi penyediaan alat dan sistem pengawasan secara terus-menerus dari Pemerintah Perancis terhadap maskapai-maskapai di Indonesia terkait keselamatan penerbangan.

Secara detail, kerjasama teknis ini meliputi pendampingan dalam program keselamatan penerbangan Indonesia, pelatihan dan personal licensing, melanjutkan perkembangan program pengawasan secara terus menerus terhadap maskapai Indonesia, serta audit dan implementasi Quality Management System Ditjen Perhubungan Udara.

“Sebagai anggota Organisasi Penerbangan Sipil Internasional ( ICAO) Indonesia berkomitmen untuk melakukan pengawasan keselamatan penerbangan secara terus-menerus, seperti yang termaktub dalam Annex 1 ICAO. Untuk itu kami sangat mendukung permintaan dari Pemerintah Perancis untuk memperpanjang kerjasama teknis ini hingga tahun 2019,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Republik Indonesia Agus Santoso di Kantor Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU) Ditjen Perhubungan Udara di Kompleks Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (21/4).

Menurut Agus, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Republik Indonesia berkeinginan untuk memperkuat fungsi pengawasan keselamatan dalam rangka melaksanakan rencana aksi untuk memenuhi audit ICAO, penyelesaian temuan – temuan audit keselamatan ICAO (ICAO – USOAP) serta untuk mengeluarkan  penerbangan Indonesia dari daftar ban atau larangan terbang Uni Eropa untuk semua operator penerbangan Indonesia.

Agus percaya, kerjasama ini akan dapat meningkatkan perekonomian di Indonesia terutama dari sektor pariwisata dan investasi. Hal ini dikarenakan sektor pariwisata berkaitan erat dengan transportasi udara. Lebih dari 60 persen turis mancanegara datang ke Indonesia dengan menggunakan pesawat udara. Dengan semakin berkembangnya keselamatan penerbangan Indonesia, akan semakin banyak turis yang datang ke Indonesia menggunakan transportasi udara.

Selain itu, Agus berharap selama implementasi dari kerjasama ini nantinya akan dapat dilakukan pertukaran data dan informasi, penyediaan laporan kegiatan serta rencana kerja di kedua belah pihak.

Foto: Ditjen Perhubungan Udara

Be the first to comment

Leave a Reply