Ini 6 Ruang Lingkup Kesepahaman AP II dan AirNav Indonesia



Tower Bandara Intetnasional Kertajati setinggi 60 meter dengan desain berbalut Kujang. Foto: Reni Rohmawati

Kesepahaman antara PT Angkasa Pura (AP) II dan Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia mencakup berbagai sisi untuk meningkatkan kualitas operasional pelayanan bandara dan navigasi penerbangan.

Menurut Presiden Direktur PT AP II Muhammad Awaluddin, nota kesepahaman dan kesepakatan teknis (operational coordination agreement) yang ditandatanganinya bersama Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto itu menjadikan AP II akan lebih cepat lagi untuk menambah bandara. “Kerja sama ini merupakan bentuk sinergi positif karena kualitas koordinasi antara operator bandara dan operator navigasi penerbangan mencerminkan kualitas operasi dan pelayanan di bandara,” kayanya di Cirebon, Rabu (23/5/2018).

Nota kesepahaman “Penyelenggaraan Koordinasi Teknis Operasional Pelayanan Jasa Kebandarudaraan dan Pelayanan Navigasi Penerbangan” berlaku lima tahun, dengan ruang lingkup sebagai berikut.
1. Operasional pelayanan jasa kebandarudaraan dan pelayanan navigasi penerbangan;
2. Pemanfaatan fasilitas elektronika, airfield lighting system, listrik, mekanikal, air, instalasi limbah buangan, fasilitas teknik bandara, dan fasilitas pendukung lainnya;
3. Kerja sama di bidang sumber daya manusia;
4. Teknis terkait aspek navigasi penerbangan dan bandara, antara lain, koordinasi serta pertukaran informasi mengenai perencanaan, pengembangan, pengoperasian bandara, dan navigasi penerbangan, n yang berpotensi dan atau mempengaruhi aktivitas operator bandara dan operator navigasi penerbangan;
5. Penggunaan lahan bersama; serta
6. Persiapan pelayanan jasa kebandarudaraan dan pelayanan navigasi penerbangan di bandara yang akan dioperasikan oleh AP II.

AP II memang memiliki program strategis “On Becoming One Million Aircraft Movement” di seluruh bandaranya. “AP II telah mengelola 15 bandara utama di Indonesia dengan total penumpang lebih dari 100 juta orang. Kami pun akan mengelola tujuh bandara baru. Maka penting bagi kami untuk senantiasa membangun kerja sama dengan stakeholder dan meningkatkan pelayanan operasional yang lebih berkualitas,” ujar Awaluddin.

Be the first to comment

Leave a Reply