Indonesia Jadi Tuan Rumah Seminar CORSIA



Indonesia menjadi salah satu negara yang ditunjuk oleh ICAO menjadi tuan rumah ICAO Regional Seminar on States’ Action Plans and Carbon Off setting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA), mewakili negara-negara di kawasan Asia Pasifik.

Seminar regional ini merupakan tindak lanjut dari Resolusi Sidang Majelis Umum ICAO ke-39 yang diadakan pada tanggal 27 September – 7 Oktober 2016 di Montreal, Kanada. Resolusi tersebut  menetapkan beberapa resolusi baru, khususnya yang terkait dengan  keberlanjutan penerapan dan kebijakan ICAO dalam hal perlindungan lingkungan dalam kerangka perubahan iklim dan skema Global Market-Based Measure (GMBM).

Tujuan utama kegiatan ini adalah mendapatkan masukan terkait perhitungan batas gas buang emisi CO2, mensosialisasikan informasi tentang Standards and Recommended Practices (SARP’s) terkait elemen-elemen rancangan CORSIA dan implementasinya, dan sebagai forum untuk menyampaikan status kesiapan masing-masing negara dalam menerapkan CORSIA serta penilaian dan bantuan pelaksanaan terkait dengan CORSIA.

Menurut Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso, Indonesia gembira atas penunjukan sebagai tuan rumah seminar regional ini. Karena hal tersebut berarti bahwa komitmen dan tindakan Indonesia dalam hal perlindungan lingkungan diakui oleh ICAO dan dunia internasional. Indonesia sudah mempunyai peta jalan (roadmap) untuk mereduksi emis udara dari dunia penerbangan.

“Bersama dengan forum ini, saya juga sampaikan terkait komitmen global kami untuk mengurangi perubahan iklim, kami telah meratifikasi Paris Agreement. Yaitu dengan dengan membuat UU No. 16 tahun 2016 dan telah kami serahkan penentuan kontribusi nasional (Nationally Determined Contribution / NDC) kami kepada UNFCCC pada Oktober 2016 lalu,” ujar Agus dalam konferensi pers di Hotel Mandarin, Jakarta, Senin (10/4).

GMBM atau CORSIA merupakan upaya tambahan atau pelengkap (complement) untuk mencapai carbon neutral growth from 2020 karena upaya-upaya penurunan emisi sektor aviasi melalui peningkatan teknologi pesawat udara, peningkatan efisiensi operasional dan pemanfaatan bahan bakar terbarukan dianggap tidak cukup.

Arun Mishra, ICAO Regional Director for Asia Pacific mengucapkan terimakasih pada Indonesia atas kesediaannya menjadi tuan rumah seminar regional ini. “Kita berharap hasilnya sangat berguna bagi masa depan dengan partisipasi yang bagus dari semua anggota yang hadir,” ujarnya.

Seminar regional ini akan dibagi menjadi dua sesi pertemuan. Pertama, ICAO State Action Plan (10 -11 April 2017), membicarakan tentang langkah-langkah penting untuk mengurangi emisi gas rumah kaca yang ditimbulkan oleh penerbangan sipil internasional. Kedua, Seminar CORSIA (12 s.d. 13 April 2017), membahas tentang persiapan langkah-langkah skema GMBM/ CORSIA yang akan dimulai pada tahun 2021.

Foto: Fikri Izzudin Noor / IndoAviation.co.id

Be the first to comment

Leave a Reply