Indonesia Dukung Pengurangan Emisi Karbon



Indonesia turut serta mendukung perlindungan lingkungan terhadap emisi karbon yang dihasilkan dari setiap pesawat. Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso mengatakan, komitmen dan tindakan Indonesia dalam hal perlindungan lingkungan diakui oleh ICAO dan dunia internasional. Indonesia sudah mempunyai peta jalan (roadmap) untuk mereduksi emisi udara dari dunia penerbangan.

“Sejak ditetapkan dalam ICAO Assembly Resolusi A37-19, Indonesia melalui Ditjen Perhubungan Udara mulai menyusun Indonesia Action Plans yang disampaikan ke ICAO tahun 2013,” ujar Agus usai membuka seminar ICAO Regional Seminar on States’ Action Plans and Carbon Off Setting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA) di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Senin (10/4).

“Sesuai rekomendasi ICAO di mana Action Plans harus di-update setiap 3 tahun, kami kembali menyampaikan update State Action Plans pada Juni 2015. Secara nasional, Indonesia Action Plans terus di-update setiap tahun untuk memonitor progres implementasi dari setiap upaya mitigasi,” jelas Agus.

Agus menambahkan, saat ini Indonesia juga sedang melakukan up-date Action Plans dan berharap dapat segera disampaikan ke ICAO lagi. “Jadi kita punya kontribusi yang nyata untuk eliminasi emisi udara dari penerbangan,” kata Agus.

Beberapa upaya mitigasi yang telah dilakukan Indonesia, di antaranya adalah penyusunan kebijakan, prosedur, dan pengembangan SDM, efisiensi prosedur operasional pesawat udara, pemanfaatan bahan bakar terbarukan untuk pesawat udara dan energi terbarukan di bandar dengan target penggunaan bahan bakar ramah lingkungan sebesar 2% pada akhir tahun 2016, penggunaan armada pesawat yang lebih baru dan ramah lingkungan, peningkatan Air Traffic Management dengan Performance Based Navigation (PBN), implementasi bandar udara ramah lingkungan, dan penyiapan infrastruktur implementasi market-based measures.

Action Plans merupakan alat atau wahana perencanaan dan pelaporan secara sukarela dari suatu negara untuk menginformasikan kegiatan atau aksi mereka dalam rangka menurunkan emisi CO2 di sektor penerbangan internasional. Pengembangan dan pelaporan State Action Plans kepada ICAO ditetapkan oleh ICAO Assembly pada Assembly Resolution A37-19 tahun 2010 dan ditegaskan kembali pada Assembly Resolution A38-18 tahun 2013 dan A39-2 tahun 2016.

Jane Hupe, ICAO Deputy Director, Environment, Air Transport Bureau, ICAO Headquarters, mengapresiasi langkah Indonesia yang menjadi negara anggota ICAO pertama yang telah  memulai langkah penting bagi masa depan dengan komitmen mengurangi emisi udara dari penerbangan.

Foto: Fikri Izzudin Noor / IndoAviation.co.id

Be the first to comment

Leave a Reply