Indonesia AirAsia X Minta Dukungan Penuh dari Pemerintah



Perusahaan penerbangan berbiaya rendah yang fokus dalam melayani rute jarak menengah hingga jarak jauh, Indonesia AirAsia X, menjadi salah satu maskapai penerbangan yang izin usahanya terancam dibekukan lantaran belum bisa memenuhi persyaratan mengenai kepemilikan dan pengoperasian pesawat sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Namun, Indonesia AirAsia X akan berupaya memenuhi regulasi yang berlaku di Indonesia dan secara aktif akan berdiskusi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan selaku regulator di Indonesia.

Presiden Direktur Indonesia AirAsia X Dandy Kurniawan mengatakan, pihaknya akan membuat pengaturan yang diperlukan agar persyaratan dari pemerintah bisa terpenuhi. “Sebagai maskapai yang menerbangkan penumpang internasional terbanyak ke Indonesia selama lima tahun terakhir, AirAsia Group, termasuk Indonesia AirAsia X telah memberikan kontribusi signifikan kepada pertumbuhan pariwisata, ekonomi dan sosial di tanah air,” katanya.

Menurut Dandy, AirAsia Group saat ini sudah mempekerjakan lebih dari 3.000 warga negara Indonesia yang terbesar di 16 kota di Indonesia. Oleh karena itu, dia meminta pemerintah memberikan dukungan kepada maskapai penerbangan ini agar tetap eksis dalam menjalankan bisnisnya di Indonesia. “Merupakan harapan tulus kami agar Kementerian Perhubungan dapat terus memberikan dukungan penuh kepada maskapai untuk memajukan industri penerbangan Indonesia,” tutur Dandy.

Indonesia AirAsia X merupakan afiliasi dari AirAsia X asal Malaysia dan juga tergabung dalam AirAsia Group. Perusahaan penerbangan ini baru beroperasi awal 2015. Kini Indonesia AirAsia X telah melayani rute penerbangan Denpasar-Melbourne sebanyak lima kali dalam seminggu dan akan membuka rute penerbangan Denpasar-Sydney sebanyak lima kali seminggu mulai 17 Oktober 2015. Selain itu, Indonesia AirAsia X juga akan kembali melayani rute penerbangan Jakarta-Jeddah setelah musim haji selesai, tepatnya pada November mendatang.

Foto: Wikimedia

Be the first to comment

Leave a Reply