Indonesia AirAsia Minta Perpanjangan Waktu untuk Tambah Modal



Indonesia AirAsia menjadi salah satu maskapai penerbangan yang masuk dalam daftar 13 maskapai penerbangan dengan ekuitas negatif oleh Kementerian Perhubungan. Kementerian Perhubungan pun meminta kepada maskapai-maskapai penerbangan itu untuk menambah suntikan modal dengan batas akhir hingga 31 Juli 2015. Namun, hingga batas waktu berakhir, Indonesia AirAsia belum bisa memenuhi permintaan dari Kementerian Perhubungan itu.

Presiden Direktur Indonesia AirAsia Sunu Widyatmoko mengatakan bahwa untuk menambah suntikan modal pihaknya harus mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang membutuhkan waktu hingga dua bulan mendatang. “Karena ini perusahaan publik dalam bentuk PT (Perusahaan Terbatas), maka membutuhkan untuk RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). Itu kan membutuhkan waktu juga untuk approval. Jadi tidak bisa cepat,” tutur Sunu.

Selain meminta perpanjangan tenggat waktu, Sunu menuturkan Indonesia AirAsia akan menyampaikan langkah-langkah yang akan diambil untuk memenuhi ketentuan dari Kementerian Perhubungan. “Kita akan menyampaikan rencana kita terkait dengan permintaan Kementerian Perhubungan untuk menjadikan ekuitas kita positif. Jadi kita akan sampaikan langkah-langkah kita, timeline-nya seperti apa,” ujarnya.

Meskipun demikian, Sunu menegaskan bahwa arus kas Indonesia AirAsia masih positif, sehingga tidak akan berpengaruh terhadap operasional perusahaan. “Operation suatu perusahaan terutama airline itu selalu refer ke cash flow. Cash flow kita positif,” tutur Sunu.

Foto: Tri Setyo Wijanarko/PhotoV2.com for Indo-Aviation.com

Be the first to comment

Leave a Reply