Indonesia Air Transport Jual Pesawat untuk Kurangi Beban Biaya



Maskapai penerbangan Indonesia Air Transport terpaksa akan menjual sebagian armadanya untuk mengurangi beban biaya. Salah satu alasan yang mendasari penjualan sebagian armada itu adalah karena perusahaan tidak mendapatkan perpanjangan kontrak penerbangan charter dari salah satu kliennya, PT Total E&P.

Presiden Direktur Indonesia Air Transport Syafril Nasution mengatakan bahwa perusahaan lebih memilih menjual pesawat yang tidak mendapatkan kontrak daripada dibiarkan menganggur. “Pesawat yang tidak punya kontrak pemakaian akan dilepas,” ungkap Syafril seperti yang dilansir Kontan, Rabu, 23 Desember 2015.

Meskipun demikian, Syafril tidak merinci berapa pesawat yang akan dijual oleh Indonesia Air Transport. Menurutnya saat ini Indonesia Air Transport sudah melepas pesawat yang terdiri dari helikopter Airbus AS 365 Dauphin N2 dan pesawat Fokker 50. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), ada satu Airbus AS 365 Dauphin N2 dan dua pesawat Fokker 50 yang sudah dijual oleh Indonesia Air Transport.

Menurut Syafril, saat ini industri penerbangan charter mengalami penurunan yang cukup drastis, mengikuti bisnis pertambangan dan migas yang sedang lesu. Kebanyakan klien maskapai penerbangan milik Harry Tanoesoedibyo itu berasal dari kalangan perusahaan tambang dan migas, sehingga lesunya bisnis di sektor itu berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan. Loyonya bisnis tambang dan migas sudah terjadi selama tiga tahun terakhir, membuat beberapa kontrak kerja antara perusahaan dan maskapai penerbangan charter tidak lagi diperpanjang. “Pesawatnya menjadi tidak berfungsi,” imbuhnya.

Kini Indonesia Air Transport masih memiliki kontrak jangka panjang dengan PT Vale Indonesia Tbk diĀ  Sorowako, Sulawesi Selatan, dan Kangean Energy Indonesia Ltd di Denpasar, Bali. Dua kontrak ini berjangka waktu hingga 2018 . Pada akhir kuartal ketiga, Kangean Energy menyumbang US$ 4,89 juta dan Vale Indonesia menyetor US$ 3,52 juta.

Foto: Istimewa

Be the first to comment

Leave a Reply