Categories
Heedful

Mengingat Nama Maskapai Kita Lagi, Yuk!

Assalamualaikum semua …

Kalau sekarang kita mau naik pesawat terbang, yang muncul di benak kita adalah Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, Batik Air, Lion Air, Sriwjaya Air, AirAsia Indonesia, juga ada Wings Air, dan NAM Air. Nama-nama ini masuk dalam tiga grup maskapai yang eksis sampai saat ini, yakni grup Garuda Indonesia (Garuda dan Citilink), grup Lion Air (Lion, Wings, Batik), dan grup Sriwjaya Air (Sriwijaya dan NAM). Satu lagi adalah bagian dari grup AirAsia di Malaysia, yakni AirAsia Indonesia yang digabungkan dengan AirAsia Indonesia X.

Ada lagi maskapai-maskapai kecil yang sampai saat ini masih terbang reguler, yakni Susi Air, TransNusa, Express Air, dan Trigana Air. Ada juga Cardig Air yang terbang reguler khusus untuk angkutan kargo. Sayangnya, maskapai-maskapai niaga berjadwal ini kurang populer di masyarakat, kecuali masyarakat di daerah yang mereka terbangi, yang umumnya di kawasan timur, khususnya Papua.

Armada mereka memang tidak banyak, kecuali Susi Air yang mengoperasikan lebih dari 20 pesawat kecil. Jadi jumlah penumpangnya juga minim.

Grup Lion Air menguasai lebih dari 50% pangsa pasar penumpang domestik, yang jumlahnya sekitar 120juta orang. Grup Garuda Indonesia menguasai 30%, sedangkan yang 20% lagi diangkut maskapai lainnya.

Bagaimana dengan penerbangan carter? Data jumlah pergerakan penumpang dan pesawat belum saya peroleh. Jika mereka masih eksis, pastilah peminatnya ada. Belum lagi ada penerbangan perintis, yang walaupun tidak semenguntungkan penerbangan reguler atau carter, tetap ada margin untuk operasionalnya.

Ada lebih dari 30 maskapai penerbangan carter. Sebut di antaranya, Airfast Indonesia, Travira Air, Pelita Air, Dimonim Air, Surya Air, MyIndo Air, Premiair, Whitesky Aviation, Gatari Air, Pegasus Air, Enggang Air, Komala Indonesia, Indonesia Air Transport, Tri MG, Derazona Air, National Utility Helicopter, Eastindo, Dabi Air, Deraya Air Taxi, Hevilift Aviation, Jhonlin Air, TransWisata Aviation, Unindo Air, Air Pacific, Asia One Air, Alfa Trans Dirgantara, Asconusa Air, Air Born Air, Angkasa Super, Intan Angkasa Air, juga Balai Kalibrasi Fasilitas Penerbangan (BKFP).

Minimnya peminat penerbangan perintis, apalagi dalam dua tahun terakhir ini, mengingatkan akan usul yang diajukan pihak Ditjen Perhubungan Udara pada tahun 2014. Usulnya, “BKFP yang sudah jadi BLU (Badan Layanan Umum) dan memiliki AOC 135 ini bisa menjadi operator penerbangan perintis. Namun sampai sekarang belum terealisasi.”

Categories
Heedful

Asah Ide dari Lion Air

Assalamualaikum semua …

Mati ide! Jika kejenuhan muncul dan merasuk dalam diri, ide-ide hilang begitu saja. Bagaimana mengatasinya?

Keluar dari rutinitas dan kerjakan apa yang beda dari yang rutin kita kerjakan. Begitulah inti jawaban Ciputra sewaktu saya meminta idenya dalam suatu pertemuan di Jakarta beberapa tahun lalu. Saya masih mengingatnya sampai sekarang, walaupun tak mudah juga untuk menjalankannya.

Ingat Ciputra, ingat pula sama almarhum Bob Sadino. Suatu waktu pada 4 Oktober 2013, saya bertemu di kafe Kem Chick, toko khas miliknya di Kemang, Jakarta. Ide untuk bertemu di Kem Chick datang dari Chappy Hakim, mantan KSAU yang menjadi pengamat dirgantara. Begitu yang dikatakan Rusdi Kirana, pendiri Lion Air Group.

Ya, saat itu saya bertemu dengan tokoh-tokoh penerbangan, termasuk Tengku Burhanuddin, Sekjen INACA serta dua orang pengamat penerbangan: Dudi Sudibyo dan Agus Pambagio.

Pertemuannya santai saja. Tak ada pembicaraan yang serius, tapi seru. Apalagi dengan bergabungnya Bob yang waktu itu sedang bersantai bersama putrinya.

Bob mengakui, tidak pernah terbang dengan Lion Air. “Bukan tak tahu…Lion, Lion, Lion, di mana-mana ada, tapi tak kelihatan sama Bob Sadino,” katanya sambil tertawa.

Jadi, ketika dengan bercanda “atau serius?” Rusdi menawarkanya untuk jadi bintang iklan Lion Air, Bob sertamerta menyetujuinya. “Pak Bob cocok jadi bintang iklan Lion Air. Sederhana tapi high profile… Itulah Lion Air!” ujar Rusdi.

“Oke, saya bantu Lion Air untuk jadi bintang iklannya. You make me fly by Lion Air!” seru Bob.

Wow, ide menarik! Sayangnya, iklan itu tak pernah terwujud dan Bob Sadino berpulang ke rahmatullah pada Januari 2015.

Ide muncul dari suatu kreativitas dan pengalaman. Ide juga terbetik ketika kita berkomunikasi dengan para tokoh ataupun teman-teman. Intinya, inilah salah satu manfaat dari silaturahim, yang sangat dianjurkan dalam Islam.

Categories
Heedful

Pasokan BBM untuk Donggala-Palu Pasca Gempa

Assalamualaikum semua …

Pasokan bahan bakar dan listrik, juga sarana komunikasi, sangat dibutuhkan pasca gempa bermagnitudo 7,4 di Donggala yang diikuti tsunami di Palu dan sekitarnya. Untuk mengamankan stabilitas kebutuhan energi, BUMN bergerak aktif dengan melakukan pengamanan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh PT Pertamina, pemulihan pasokan listrik oleh PT PLN, dan komunikasi oleh PT Telkom Indonesia.

Kerusakan akibat gempa dan tsunami memang parah. Terminal BBM (TBBM) Donggala serta beberapa sarana dan fasilitas, seperti trestle (akses dari dermaga menuju TBBM) dan filling shed (tempat pengisian mobil tangki) rusak, sehingga BBM tidak dapat disalurkan. Begitu pun akses jalan dari TBBM ke Palu dan Sulawesi Barat, tidak dapat dilewati karena longsor dan rusak.

Pertamina telah menyiapkan RAE (Regular, Alternative, Emergeny) untuk mengamankan pasokan energi ke Palu dan sekitarnya. Pasokan akan dilakukan melalui TBBM Poso, TBBM Moutong, TBBM Toli-Toli, dan TBBM Pare-Pare.

Untuk elpiji, alternatif pasokan ke Palu akan dilakukan melalui SPPEK Tri Ariesta dari Gorontalo, Depot LPG Makassar, dan Terminal LPG Bosowa. Disiagakan pula SPPBE alternatif, yakni PT Mitra Utama, PT Nubuwwa Saltika, PT Pare Elpiji, dan PT Permata Alam Sulawesi, serta pengiriman 150 tabung LPG 50kg dari SPPBE Makassar.

Pemenuhan kebutuhan bahan bakar industri diutamakan pasokan bagi PLN agar bisa mengoperasikan pembangkit listrik lagi, termasuk bagi TNI dan Polri untuk operasional armada. Pertamina juga berupaya cepat mengamankan pasokan BBM dan elpiji bagi industri dan masyarakat.

Untuk Avtur dilakukan alih pasokan ke DPPU Mutiara melalui TBBM Makassar, TBBM Gorontalo, dan TBBM Luwuk. Penyalurannya menggunakan bridger (mobil tangki avtur) dengan memperhatikan kondisi akses jalan. Pertamina juga memberangkatkan tim relawan yang membawa bantuan logistik dan medis.

PLN berhasil mengoperasikan kembali dua gardu induk (GI), yaitu GI Pamona dan GI Poso, untuk pasokan pelanggan daerah Tentena, Poso, Kota Poso, dan Bandara Kasiguncu. Untuk solusi jangka pendek penerangan, PLN membawa delapan genset yang akan disebarkab ke posko-posko.

PLN juga menerjunkan 216 personel gabungan dari wilayah Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat, serta Gorontalo. Kompetensi mereka sudah teruji untuk membantu perbaikan infrastruktur kelistrikan pasca gempa yang mengguncang Palu dan Donggala.

Untuk telekomunikasi, Telkom secara bertahap telah memulihkan sebagian besar jaringan di Kota Palu, Donggala, dan sekitarnya. Saat ini layanan komunikasi SMS dan suara berangsur pulih di beberapa titik strategis kota Palu.

Jaringan 4G juga sudah kembali beroperasi di beberapa wilayah, seperti Toli-toli, Poso, dan Luwuk, juga Kota Donggala. Akses free wifi di area kantor Telkom Dongga juga telah diaktifkan. Telkom juga sudah mengaktifkan sistem komunikasi satelit dengan memberangkatkan Satellite News Gathering (SNG) dari Makassar ke Palu.

“Menteri BUMN selalu mendorong dan mengawasi gerak aktif dan cepat tanggap BUMN dalam setiap musibah. Maka penanganan pasca bencana yang melanda Donggala, serta Palu dan sekitarnya, dapat berjalan efektif dan cepat,” kata Hambra Samal, Deputi Bidang Infrastruktur dan Bisnis Kementerian BUMN dalam siaran pers Sabtu (29/9/2018).

Foto: Kementerian BUMN

Categories
Heedful

Bantuan dari Udara untuk Gempa Palu-Donggala

Assalamualaikum semua …

Bela sungkawa yang sedalam-dalamnya bagi korban gempa di Palu-Donggala. “Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah, dan kepada Allah jualah kami kembali”.

Serentak seluruh unsur masyarakat di Indonesia bergerak membantu korban bencana gempa di Palu-Donggala. Di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pesawat-pesawat TNI AU siap mengantarkan personel serta berbagai perlengkapan dan peralatan medis. Begitu juga dari Bandara Sultan Muhamad Aji Sulaiman di Balikpapan, Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar, Bandara Juanda di Surabaya, dan bandara-bandara lainnya, bergerak ke wilayah bencana membawa bantuan kemanusiaan.

Bandara Mutiara Sis Al Jufri di Palu yang sempat ditutup sudah dioperasikan lagi pada Sabtu (29/9/2018). Ada 13 pesawat dan helikopter yang sudah mendarat dan lepas landas kembali. Pesawat dan helikopter ini membawa bantuan sembako, genset, dan tim medis untuk evakuasi serta bantuan keselamatan pasca gempa.

Berikut ini 13 pesawat dan helikopter yang mendarat dan lepas landas di Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Palu, hari ini.
– Helikopter EC15 registrasi PK-TPF terbang dari Balikpapan untuk evakuasi medis (medivac) dan bantuan medis. (
– Helikopter A139 registrasi PK-WAE dari Balikpapan.
– Helikopter Super Puma dari Makassar membawa tim TNI AU, Otoritas Bandara, dan tim AirNav Indonesia.
– Helikopter regustrasi H3216.
– Pesawat CN235 registrasi AI2318 dari Makassar.
– Dua C130 Hercules (RJWL20 dan RJWL27) TNI AU dari Halim Perdanakusuma.
– Pesawat Boeing 737-400 TNI AU registrasi A7308 dari Halim Perdanakusuma.
– Pesawat Cessna C208 registrasi PK-BVU dari Masamba.
– Pesawat C130 Hercules (Herky31) TNI AU dari Surabaya.
– Pesawat KALONG06 dari Makassar.
– Pesawat ATR 72-500 registrasi PK-WFP dari Balikpapan dicarter untuk bantuan logistik; membawa dua personel ATC AirNav Indonesia, sembako, genset, dan untuk evakuasi.
– Pesawat dengan registrasi PK-JBE dari Mamuju membawa tim medis.

Humas AirNav Indonesia memberi keterangan, saat ini layanan navigasi dilakukan dengan prosedur VFR (Visual Flight Rules). AirNav juga telah menerbitkan notam untuk prosedur ini dengan nomor H0757/18NOTAM. Diinformasikan bahwa karena alasan pasokan listrik yang belum memadai, sementara ini penerbangan hanya dapat dilakukan melalui prosedur VFR.

Ada 27 personel AirNav Indonesia dari berbagai daerah yang diberangkatkan ke Palu untuk memastikan berjalannya layanan navigasi penerbangan di Bandara Mutiara Sis Al Jufri. Personel-personel ini terdiri dari 15 ATC (Air Traffic Controler), lima ACO (Aeronautical Communications Officer), dan tujuh teknisi.

Bantuan lewat transportasi udara memang sangat dibutuhkan untuk menjamin kecepatan. Penanganan medis misalnya, harus cepat dilakukan dalam situasi bencana. Respons cepat dari pihak terkait operasional bandar udara patut diapresiasi, tak terkecuali semua pihak yang bergerak untuk membantu korban gempa di Palu-Donggala. Semoga Allah swt meridhoi.

Categories
Heedful

Apa Bentuk Dukungan bagi Pengembangan Produk Penerbangan?

Assalamualaikum semua …

Dalam ajang “International Seminar on Aerospace Science and Technology (ISAST) VI-2018” di Jakarta pada 25-26 September 2018, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tertarik pada beberapa produk penerbangan yang dipamerkan. “Ada pesawat yang bisa mengukur garis pantai, ada drone multi purpose untuk mendukung pertanian dan kesehatan. Saya minta produk-produk ini dikembangkan,” katanya usai melihat eksibisi mini pada ajang tersebut.

Menhub pun menyatakan bahwa Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Udara akan terus memberikan dukungan maksimal untuk semua bentuk kreativitas anak bangsa di bidang rekayasa pesawat terbang. Katanya, pemerintah antusias menyambut para peneliti untuk meneliti hal yang terkait dengan penerbangan karena banyak inovasi yang bisa dikembangkan.

Mengembangkan produk-produk penerbangan, bahkan dirgantara yang lebih luas, memang sudah selayaknya dilakukan. Tidak ada kata terlambat, walaupun kenyataannya kita sudah tertinggal atau ketinggalan. Betapa pentingnya dirgantara berbasis teknologi yang inovatif untuk kemajuan bangsa di negara kepulauan yang luas ini.

Selain pesawat terbang, sebut saja drone, yang saat ini teknologinya kian tinggi. Cina sudah mengembangkannya sampai bisa membawa manusia. Namanya EHang 184, keluaran Beijing Yi-Hang Creation Science & Technology Co.,Ltd. Drone seberat 240kg ini berkapasitas muatan 100kg. Mampu bergerak 100km/jam selama 23 menit pada ketinggian 3.500 meter di atas permukaan laut. Harganya pun selangit, sekitar Rp5,2miliar.

Drone di Indonesia masih sebatas untuk penggunaan fotografi atau video, termasuk pemetaan. Produk drone atau pesawat tanpa awak buatan Lapan-PT Dirgantara Indonesia (PTDI) umumnya digunakan untuk surveillance. Sudah ditawarkan pula drone untuk menyemprot pupuk atau hama bagi pertanian keluaran DJI yang bermitra dengan Halo Robotics, walaupun penggunanya masih segelintir petani besar. Harga drone untuk pertanian ini kisarannya Rp200jutaan.

Sayangnya, sampai saat ini masih belum ada regulasi yang detail mengatur operasional drone. Operasional drone memang berkaitan dengan keselamatan penerbangan. Ruang udara yang sangat luas tapi tidak tanpa batas ini sudah penuh dengan berbagai elemen yang beterbangan. Semua elemen itu sesungguhnya harus tunduk pada aturan yang diberlakukan demi keselamatan.

 

Categories
Heedful

Membuka Peluang Pembiayaan untuk Maskapai

Assalamualaikum semua …

Pembiayaan investasi non-anggaran pemerintah terhadap penerima modal menjadi prioritas saat ini. Untuk memfasilitasinya, pemerintah melalui Bappenas membentuk Tim Fasilitasi Pemerintah dalam Pembiayaan Investasi Non-Anggaran Pemerintah (PINA).

PINA sudah digandeng PT Angkasa Pura (AP) II untuk akselerasi proyek-proyek infrastruktur AP II menjadi lebih efisien dan optimal. Kedua pihak kemudian berkomitmen untuk mendorong dan bertemu dengan calon investor.

Apakah ada pihak lain selain AP II di sektor penerbangan yang sudah difasilitasi PINA? CEO PINA, Ekoputro Adijayanto mengatakan, “Kita mungkin akan coba eksplorasi Garuda Indonesia juga. Apa yang mungkin bisa kita lihat. Kita memang belum cukup paham industri pesawat terbang itu seperti apa karena rata-rata menggunakan pendekatan leasing.”

Namun bukan berarti tak ada jalan karena, kata Eko, kreativitas itu batasnya langit. “Kalau mereka (Garuda) datang pada kami, kita akan pelajari. Banyak alternatif pembiayaan yang bisa dilakukan,” katanya. Asal saja jangan sampai dari pembiayaan itu timbul persepsi seolah-olah menjual aset negara. “Itu sangat kita jaga.”

Bagaimana dengan maskapai penerbangan kecil, yang mengoperasikan pesawat-pesawat untuk penerbangan carter? Menurut Eko, financing itu spektrumnya luas. Ada yang dilihat dari sisi ekuitas, dari sisi utang, atau dari sisi antara utang dan ekuitas (hybrid).

“Problemnya kan mungkin di size. Ukuran mereka kan kecil-kecil. Namun kita tidak mungkin diskriminatif. Maka kita akan coba untuk bundle karena investasi itu rata-rata mau kecil atau besar sama saja. Dengan bundling atau paket bisa jadi cangkang investasi yang menarik bagi investor,” papar Eko.

Eko pun menekankan kalau pihaknya menerima dan melayani siapa pun yang datang untuk meminta bantuan. Fasilitator pembiayaan investasi non-anggaran pemerintah ini sudah pula melayani pihak swasta yang meminta bantuanya. Namun masih banyak pula yang belum tahu atau enggan meminta bantuan PINA itu.

Pembiayaan memang menjadi hal krusial di industri penerbangan dan pesawat terbang. Mereka yang membutuhkan tak harus sungkan meminta layanan PINA. Kuncinya, datang dan bersama-sama saling memahami, kemudian meyakinkan pihak investor bahwa investasi itu bakal menguntungkan. “Potensi itu ada, tinggal bagaimana kita meng-unlock kreativitas kita dari sisi financing,” ungkap Eko.

Categories
Heedful

Helikopter Terbang Malam

Assalamualaikum semua …

Helikopter terbang malam boleh saja asal menggunakan instrumen atau IFR (Instrument Flight Rule). Kalau menggunakan visual atau VFR (Visual Flight Rule), belum diperkenankan mengacu pada Civil Aviation Safety Regulation (CASR) 91.

Jika ada izin dari regulator, diperbolehkan pula terbang malam menggunakan visual. Namun ada syaratnya, yaitu pilotnya memiliki instrument rating, pada helikopter itu ada fasilitas instrumen, dan helikopternya bermesin ganda. Begitu kata Direktur Navigasi Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara Elfi Amir (Tevi).

Hal itulah yang akan dibahas bersama Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) untuk merevisi CASR 91. Menurut Tevi, yang terpenting adalah ada fasilitas navigasinya di darat (ground). Pihaknya nanti akan membikin pemetaannya dalam suatu koridor penerbangan untuk helikopter.

Koridor itu, sesuai tuntutannya, akan dibuat terlebih dulu di Jakarta dan utara Jawa. Pada tahun 2019, aturan dan fasilitasnya diharapkan bisa selesai dan diimplementasikan.

Aturan tersebut dibuat demi menjamin keselamatan penerbangan. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pun terus mengingatkan bahwa pihaknya akan lebih meningkatkan aspek keselamatan dari operasional helikopter. Dengan adanya aturan yang masih dalam kajian itu, helikopter tidak hanya dapat beroperasi siang tapi juga malam.

Ketua Umum Asosiasi Pilot Helikopter Indonesia (APHI) Capt Imanuddin Yunus memang berharap dan terus berupaya agar potensi helikopter itu digunakan maksimal. Di samping bisa dioperasikan untuk berbagai tujuan, misi, dan fungsi, helikopter bisa terbang pagi siang sore malam, juga bisa dengan VFR atau IFR.

“Saya juga ingin mengubah paradigma masyarakat terhadap helikopter. Terbang dengan helikopter itu mahal? Tidak juga, tapi terjangkau sesuai dengan kebutuhannya. Terbang dengan helikopter itu tidak safe? Tidak. Helikopter juga bisa gliding. Kalau mesin mati, tidak jatuh seperti batu tapi bisa gliding,” papar Yunus pada pembukaan Rotary Wing Indonesia Conference 2018 di Jakarta, tadi (26/9/2018) pagi.

Pilot helikopter yang penuh perhatian dan juga terus memperjuangkan agar helikopter bisa terbang malam dengan visual itu, salah satunya adalah almarhum Capt A Toos Sanitioso. Belasan tahun diperjuangkan, akhirnya bakal diimplementasikan. Waktu memang memegang peran, kapan sesuatu yang diharapkan itu bakal terealisasi atau terwujud.

Categories
Heedful

Akselerasi N219 Nurtanio

Assalamualaikum semua …

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendukung penggunaan pesawat N219 Nurtanio dari PT Dirgantara Indonesia (PTDI) sebagai sarana transportasi untuk menjangkau daerah terpencil. Dia pun meminta pemerintah daerah menggunakannya dan pengguna produk aviasi bekerja sama dengan industri penerbangan Indonesia.

Menhub mengatakan hal tersebut dalam acara International Seminar On Aerospace Science And Technologi (ISAST) VI-2018 di Jakarta, Selasa (25/9/2018). ISAST keeenam bertema “Aeronautics and Space Technology Research and Industrial Development” ini sebagai ajang pertukaran informasi mutakhir serta mencari peluang kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan industri strategis yang ada di Indonesia dan dunia.

Direktur Utama PTDI Elfien Goentoro menyambut dukungan Menhub tersebut karena dari riset pasar yang sudah dilakukannya, pasar N219 Nurtanio untuk domestik itu 230 unit. Peminat yang sudah menyatakannya dalam letter of intend sekitar 110 unit.

Sampai mana produk pesawat hasil desain PTDI bersama Lapan (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) tersebut? Masih proses sertifkasi tipe pesawat dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Targetnya, tahun 2019 mendapat sertifikasi dan diproduksi.

Program Manager N219 Nurtanio Palmana Banandhi menjelaskan, pesawat 19 kursi ini sekarang sudah mengantongi 40 jam terbang, sejak mulai terbang pada 16 Agustus 2017. Kapan bisa mengantongi kurang lebih 300 jam terbang untuk memperoleh sertifikasi? Pada Oktober 2018, pesawat prototipe kedua diharapkan mulai mendampingi prototipe pertama dalam mengumpulkan jam terbang. Apakah kemudian target untuk mendapatkan sertifikasi tahun 2019 tercapai?

Pesawat desain baru ini rupanya masih memerlukan evaluasi menyeluruh. Tidak mudah jika hanya dilakukan para perancang PTDI dan Lapan yang ada sekarang. “Minggu lalu terpikirkan untuk mengundang pakar dari pesawat sejenis yang sudah teruji dunia, seperti Twin Otter, datang ke PTDI,” begitu yang terdengar.

Betul, itu yang pernah diucapkan Jusman Sjafi’i Djamal, mantan Dirut PTDI yang juga mantan Menhub. Mendesain pesawat untuk dioperasikan komersial tidak bisa hanya mengandalkan diri sendiri. Pesawat itu bisa dikatakan produk dunia. Boeing, yang kita kenal sebagai pesawat buatan Amerika Serikat, mesinnya bisa buatan Eropa. Begitu sebaliknya dengan Airbus yang buatan Eropa, mesin pesawatnya bisa buatan AS.

Bukan cuma mesin, banyak sekali komponen pesawat terbang yang buatannya dari berbagai negara. Para pakar di dua raksasa manufaktur pesawat terbang itu pun berasal dari banyak negara.

Mendatangkan pakar pesawat dunia –boleh jadi mantan engineer PTDI yang sekarang bekerja di manufaktur pesawat dunia– bisa dikatakan crash program N219 Nurtanio agar bisa diakselerasi dan mencapai target waktunya. Tak terasa, nyaris lima tahun proses sertifikasi itu dan waktunya hampir habis.

Foto: Reni

Categories
Heedful

Bandara Jangan Bikin Bingung

Assalamualaikum semua …

Ini ulasan tentang bandara versi seorang arsitek, Sukendro Sukendar Prijoso, yang memenangkan Sayembara Desain Bandar Udara Nusantara 2015. Bersama timnya, ia merancang terminal Bandara Mali di Alor, Nusa Tenggara Timur, dengan desain yang unik, simpel, dan ramah lingkungan.

Sukendro menyukai bandara yang tidak membuat penumpang bingung. Katanya, bandara harus jelas artikulasinya. “Kamu jalan, sudah tahu; oh ini akan ke sini, akan ke sana, dan tak merasa jauh. Ketika jaraknya jauh pun bisa memberikan pengalaman ruang yang berbeda. Kamu jalan nggak di lorong yang gelap tapi kamu bisa melihat air iolam, misalnya,” begitu kalau arsitek yang bicara.

Bandara yang ia rasakan nyaman adalah Bandara Siem Reap di Kamboja. Letaknya dekat Angkor Wat. “Begitu pesawat mendarat, saya merasakan feel-nya. Bandara kecil tapi sangat homy, sangat natural, banyak batu,” ucapnya.

Bandara lainnya yang ia rasakan memiliki keunikan adalah Bandara Venice Marco Polo di Italia. Penumpang turisnya begitu banyak tapi bandaranya kecil saja. Menurut dia, bandara itu tak harus besar karena orang-orang yang bergerak di sana tak merasakan kepadatan. Pengelolanya mengatur pergerakan penumpang dengan sistem yang sangat unik.

Sukendro juga mengatakan kalau bandara-bandara di Skandinavia biasanya kecil-kecil. Bangunan terminalnya menggunakan bahan yang natural. “Seperti di Denmark dan Finlandia, terminalnya banyak unsur kayu. Ini yang menurut saya unik.”

Dari inspirasi-inspirasi itulah Sukendro merancang bandara di Alor. Konsep desainnya merupakan bandara kecil dengan terminal tanpa AC. Tak menggunakan garbarata tapi ramp menurun. Bangunan sepanjang 130 meter dipisahkan oleh selasar dengan lebar 30 meter dan tinggi 19 meter.

Hasil sayembara desain bandara itu bukan hanya di atas kertas, tapi diwujudkan untuk mengembangkan Bandara Mali. Pembangunannya tahun 2017-2018. Sukendro berharap, rancangannya diwujudkan sesuai dengan master design-nya.

Categories
Heedful

Lion Air Pesan Dreamliner untuk Umrah

Assalamualaikum semua …

Pendiri Lion Air Group Rusdi Kirana memastikan bahwa pihaknya memesan pesawat Boeing 787-10 Dreamliner pada Mei 2018. Berapa jumlahnya, waktu itu dikatakan belum dipastikan, tapi penyerahannya tahun 2019.

Ditanyakan lagi pada Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait (Edo) usai acara kerja samanya dengan Bank BRI di Jakarta pada 21 September 2018, pesanan Dreamliner masih dihitung-hitung. “Kita mau antisipasi dulu international market-nya seperti apa. Apakah umrah kita bisa tambah. Kemana lagi selain umrah, kita pelajari lagi,” tuturnya.

Penerbangan umrah Lion Air saat ini masih menggunakan pesawat Boeing 747-400, yang di Garuda Indonesia sudah dipensiunkan Oktober 2017. Kata Edo, tahun depan pesawat jumbo yang andal ini kemungkinannya masih dioperasikan. Namun setelah itu akan diganti. “Makanya kita lagi negosiasi atau hitung-hitungan untuk penggantinya, apakah kita ambil wide body Airbus 330neo atau Boeing 787,” ucapnya.

Perhitungan pasar internasional memang harus cermat sebelum operasional penerbangannya dibuka. Operasi penerbangan internasional itu mahal. Jika jumlah penumpangnya kemudian tidak mencapai angka hitung-hitungan bisnisnya, penerbangan hanya akan merugikan. Lihat saja penerbangan Garuda ke London, yang salah satu hasil evaluasinya karena jumlah penumpangnya minim, akhirnya tutup operasi.

Lion Air Group yang merajai penerbangan domestik memang baru beberapa rute saja menerbangi rute regional. Pendapatan yang diperolehnya pun hanya di bawah 5%-nya dari keseluruhan pendapatan operasionalnya. Untuk rute regional, dilakukan uji coba pasarnya dengan penerbangan carter terlebih dulu.

Kembali ke Dreamliner, pesawat dengan jendela kabin yang besar dan bisa menyesuaikan warna dari cahaya ini sempat pula dipesan Garuda pada tahun 2015. Namun seluruh pesanannya dihentikan, menyusul kebijakan manajemennya bahwa sejak tahun 2017 sampai 2020 Garuda tak menerima pesawat baru.

Padahal saya kenal seorang pilot Garuda yang sangat ingin menerbangkan Boeing 787 itu. Sampai-sampai sewaktu ditawari untuk menerbangkan Boeing 777, pilot dan instruktur Boeing 737-800NG ini tak menyambutnya. “Teknologi yang diimplementasikan pada 787 menjadi tantangan,” katanya.