INACA Tuntut Pemerintah Bebaskan Pajak Sewa Pesawat



Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia atau Indonesia National Air Carriers Association (INACA) meminta kepada pemerintah untuk membebaskan bea masuk impor sebanyak 300 komponen pesawat. Langkah itu dilakukan agar biaya yang dikeluarkan oleh maskapai penerbangan lebih rendah sehingga bisa kompetitif dalam menghadapi persaingan global.

Selain itu, INACA rupanya juga meminta pembebasan pajak sewa operasi (operating lease) pesawat agar maskapai penerbangan memiliki neraca keuangan yang kuat. “Kami sangat mengharapkan kebijakan khusus maskapai ini agar neraca kita kuat karena bagaimana maskapai operating lease bisa menutupi biaya operasionalnya,” kata Ketua Umum INACA Arif Wibowo.

Arif yang juga menjabat sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia itu mengatakan, di negara-negera lain di ASEAN maupun Asia, maskapai penerbangan dibebaskan dari pajak sewa operasi pesawat, contohnya di Singapura dan Dubai. “Pajaknya sampai 10 persen, kami paham pemerintah membutuhkan pajak, tetapi kami juga berkontribusi ke pertumbuhan ekonomi karena menggaet orang-orang untuk traveling,” tuturnya.

Menurut Arif, 2015 merupakan tahun yang sulit bagi industri penerbangan di Indonesia lantaran pertumbuhan ekonomi tergolong rendah, pelemahan nilai tukar rupiah, dan perekonomian global yang sedang bergejolak. Tidak hanya itu, pasar penerbangan di Indonesia juga sudah mulai kelebihan kapasitas. “Memang ada penurunan harga avtur, tetapi belum diimbangi karena oversupply di pasar,” ujar dia.

Foto: Istimewa

Be the first to comment

Leave a Reply