INACA Ingin Tarif Batas Atas Dinaikkan Akibat Rupiah Anjlok



Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia atau Indonesia National Air Carriers Association (INACA) sedang mengkaji mengenai kenaikan tarif batas atas penerbangan. Langkah itu didasari oleh melemahnya nilai tukar rupiah yang sudah menyentul level Rp 14.000 per dolar Amerika Serikat.

Sekretarsi Jenderal INACA Tengku Burhanudin mengatakan, tarif batas atas memang sudah sepatutnya dikaji ulang karena tarif batas atas yang sekarang menggunakan asumsi nilai tukar Rp 13.000 per dolar Amerika Serikat. “Kami usulkan penyesuaian ini kepada Kementerian Perhubungan karena tarif batas atas penumpang kelas ekonomi saat ini masih menggunakan asumsi kurs sekitar Rp 13.000 per dolar Amerika Serikat,” ujarnya.

Menurut Tengku, INACA memang belum menentukan kapan pembahasan mengenai kenaikan tarif batas atas penerbangan akan dilakukan. Sekarang INACA masih terus memantau perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hingga beberapa waktu mendatang. Dia mengatakan, pengajuan kenaikan tarif batas atas harus pada waktu yang tepat, karena pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat cenderung berubah dengan cepat. “Kami harus tahu dulu kira-kira rupiah itu stabilnya di angka berapa. Kalau misalnya kami patok naik 10 persen tetapi rupiahnya terus melemah ke Rp 20.000 per dolar Amerika Serikat, masa harus dinaikkan lagi. Makanya agak susah,” papar Tengku.

Foto: Didik Sudiarto Saleh/PhotoV2.com for Indo-Aviation.com

Be the first to comment

Leave a Reply