Hindari Perang Tarif, Citilink Untung Rp 79 Miliar



Sepanjang Januari-September tahun ini, maskapai penerbangan Citilink Indonesia memperoleh laba bersih sebesar US$ 5,9 juta atau setara dengan Rp 79 miliar. Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 149 persen dibandingkan dengan kerugian sebesar US$ 12,1 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama Citilink Indonesia Albert Burhan mengatakan, laba yang diraih perusahaan sepanjang tiga kuartal tahun ini terjadi karena Citilink tidak ikut dalam perang tarif. Sebagai gantinya, Citilink memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan.

“Adapun strategi yang dilakukan antara lain mengutamakan keunggulan produk, menghindari perang tarif, serta efisiensi di segala bidang. Semua pada akhirnya menghasilkan kinerja perusahaan yang amat luar biasa. Tahun 2015, Citilink mampu mencatat keuntungan pada tiap kuartalnya, walau sempat mengalami tekanan low season yang cukup memberatkan di kuartal pertama dan kedua tahun ini,” ungkap Albert.

Sementara itu, pendapatan Citilink Indonesia pada sembilan bulan pertama tahun ini juga mengalami peningkatan sebesar 22 persen menjadi US$ 351,7 juta, sedangkan pada periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 287,8 juta. “Citilink berharap di akhir tahun mampu meraih keuntungan yang lebih besar dari target keuntungan yang telah ditetapkan. Keuntungan itu akan digunakan untuk melanjutkan ekspansi bisnis sebagai upaya meningkatkan daya saing di era global dan pertarungan bisnis yang akan kian sengit di tahun mendatang,” katanya.

Foto: Andika Primasiwi/PhotoV2.com for Indo-Aviation.comĀ 

Be the first to comment

Leave a Reply