Gubernur Jawa Tengah Dukung AirNav Gelar Festival Balon Udara Tahun Depan



Ilustrasi festival balon. Foto: Pixabay

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mendukung rencana AirNav Indonesia untuk menggelar festival Balon Udara Wonosobo sebagai langkah tepat untuk mengajak warga menjalankan tradisi dengan memperhatikan aspek keselamatan penerbangan. Festival ini dinilai Gubernur akan menjadi jalan tengah yang baik dalam menyelesaikan polemik balon udara. “Ini bagus sekali, jadi balon udara tidak dilarang, tetapi kita kelola, dibuat aturannya yang sesuai dengan keselamatan dan dilombakan,” ujar Ganjar saat menerima Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto dan Anggota Ombudsman Republik Indonesia, Alvin Lie di kediaman Gubernur, Puri Gedeh, Semarang, Kamis (20/7).

Disampaikan Ganjar, sejak mengetahui sejumlah balon udara terbang tinggi hingga di ketinggian yang sama dengan jalur pesawat, pihaknya sudah beberapa kali melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada warga. “Banyak mereka tidak mengerti bahayanya, tapi dari beberapa kali kunjungan, saat kita sampaikan bahaya terhadap dunia penerbangan, mereka sendiri mulai sadar. Tapi karena ini tradisi, maka tidak bisa dihilangkan begitu saja. Solusinya apa, ya ditambatkan supaya bisa terkontrol. Untuk itu, ide festival ini sangat bagus,” kata Ganjar.
Dia menambahkan, saat arus mudik lalu, pihaknya juga sudah mendiskusikan ini dengan Menteri Perhubungan. “Saat itu kita lihat bahwa pendekatannya tidak bisa biasa, karena itu muncul ide kita lombakan saja. Karena itu memdengar rencana AirNav ini, klop. Kami akan support,” ucap Ganjar. Bahkan, lanjutnya, bila dikelola dengan baik bersama stakeholder lainnya, acara ini juga bisa menjadi atraksi pariwisata yang menarik dan akan meningkatkan perekonomian Wonosobo.

Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto menyampaikan terima kasih atas dukungan Gubernur selama ini dan respon untuk penyelenggaraan festival yang akan digelar tahun depan. Diterangkannya, AirNav Indonesia menghargai tradisi masyarakat dan mencari solusi agar masyarakat dapat melakukan tradisinya namun tidak membahayakan keselamatan publik. Sebab, dari laporan yang diterima AirNav dari penerbang terkait balon udara, terjadi peningkatan signifikan tahun ini dari tahun sebelumnya. “Lebaran tahun lalu kita menerima 14 laporan dari penerbang yang melihat balon udara pada ketinggian yang sama dengan pesawat, tahun ini meningkat sampai 63 laporan,” ungkap Novie.

Menyikapi hal itu, lanjut Novie, pihaknya akan menggandeng berbagai pihak untuk penyelenggaraan festival ini. Tahun ini, AirNav akan berdiskusi dengan komunitas balon udara untuk mencapai kesepakatan mengenai seluruh detail spesifikasi balon yang memenuhi standar keselamatan dan mekanisme penambatan balon. “Sehingga di tahun depan, tradisi ini bisa tetap berjalan dengan memenuhi aspek-aspek keselamatan dan menjadi potensi pariwisata,” kata Novie.

Alvin Lie menyampaikan, tradisi balon udara mengalami perkembangan seiring dengan kemajuan zaman. “Praktik ini berpotensi menimbulkan gangguan di masyarakat, mulai dari gangguan di darat seperti jatuh di sutet, mesjid sampai gangguan penerbangan. Karena itu diperlukan upaya terpadu dan terencana yang melibatkan berbagai instansi dan partisipasi publik untuk mengeliminir potensi gangguan balon udara terhadap keselamatan publik,” kata Alvin.

Sebelumnya, telah dicapai kesepakatan berbagai stakeholder mengenai balon udara Wonosobo. Pada 25 Juli 2017 dilakukan rapat koordinasi serta sosialisasi regulasi di Kabupaten Wonosobo, yang dihadiri pihak Pemda Wonosobo, Kepolisian, TNI, AirNav Indonesia, Perwakilan Media dan Komunitas Balon Udara Wonosobo. Dalam pertemun tersebut dihasilkan tiga poin penting terkait balon udara meliputi :

  1. Kesanggupan untuk semua pihak tidak menerbangkan balon udara yang dapat membahayakan keselamatan udara, penumpang, dan barang dan atau penduduk atau mengganggu keamanan dan ketertiban umum, atau merugikan harta benda milik orang lain.

  2. Balon udara yang diterbangkan harus dengan cara ditambatkan.

  3. Semua pihak berperan aktif dalam menyosialisasikan kepada masyarakat untuk tidak menerbangkan balon udara bebas tanpa awak yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan dan atau ganggaun pemadaman listrik serta jaringan saluran udara tegangan tinggi dari gardu induk Temanggung ke gardu induk Wonosobo.

Be the first to comment

Leave a Reply