Go Around GA 425 Sudah Sesuai Prosedur



Dirjen Perhubungan Udara, Agus Santoso. Foto: RMS.

Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso menyampaikan apresiasi kepada petugas ATC Bandara Soekarno Hatta dan Pilot Garuda GA 425 yang telah dengan sigap melakukan prosedur “go around” karena di landasan pacu masih ada pesawat Sriwijaya yang mengalami masalah teknis.

Tindakan “go around” atau terbang kembali di saat pesawat sudah siap-siap mendarat di runway adalah salah satu prosedur keselamatan penerbangan. Prosedur go around diatur dalam Civil Aviation Safety Regulation (CASR) 91 tentang General Operating and Flight Rules. Oleh karena itu, go around termasuk tindakan yang dibenarkan untuk keselamatan dan patut diapresiasi.

Demikian  Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso menanggapi peristiwa go around pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA 425 rute Denpasar-Jakarta pada hari Minggu, 18 Juni 2017 lalu di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

Menurut Agus, berdasar penjelasan AirNav Indonesia, pesawat Garuda tersebut go around pada pukul 15.16 UTC atau jam 22.16 WIB. Go around dilakukan karena pada saat yang bersamaan, masih ada pesawat Sriwijaya SJ580 rute Jakarta-Makassar di landasan pacu. Pesawat Sriwijaya tersebut tidak jadi terbang (take off) karena alasan teknikal.

“Bandara Soekarno-Hatta adalah bandara yang sibuk. Setiap menit ada pergerakan pesawat take-off dan landing. Dengan demikian diperlukan kecepatan dan kecermatan berfikir dan kesigapan bertindak pada pilot dan ATC dalam menjalankan prosedur keselamatan,” ujarnya.

Di sisi lain, prosedur go around bisa dianggap sebagai bentuk ketidaknyamanan bagi penumpang. Namun karena ini termasuk dalam prosedur keselamatan, Agus meminta agar para penumpang maklum. Menurutnya, keselamatan penerbangan lebih penting karena menyangkut nyawa manusia. Agus meminta agar operator penerbangan baik itu maskapai dan AirNav ikut memberi penjelasan terkait kejadian ini sehingga tidak terjadi kesimpangsiuran informasi di masyarakat.

Dari sisi regulator, Agus juga menyatakan bahwa saat ini jajaran Direktorat Navigasi Ditjen Perhubungan Udara sudah diturunkan untuk menyelidiki penyebab kejadian tersebut dan mencari jalan keluar sehingga kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

“Semua kejadian yang terkait keselamatan penerbangan harus terdokumentasi dengan baik. Dengan demikian dapat dipelajari untuk membuat antisipasi sehingga kejadian yang sama tidak terulang. Saya juga instruksikan pada semua stakeholder untuk selalu mengutamakan keselamatan, keamanan dan kenyamanan dalam penerbangan,” pungkasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply