GMF Tandatangani MoU dengan Lima BUMN dan Anak Usaha BUMN



PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk kerja sama strategis di bidang pengembangan Bisnis Maintenance, Repair & Overhaul (MRO) dan modifikasi dengan lima BUMN dan anak usaha BUMN di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta.

Perusahaan yang turut menandatangani nota kesepahaman untuk membentuk “Indonesia Service Hub” tersebut adalah PT Nusantara Turbin & Propulsi (NTP), PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT Indopelita Aircraft Services (IAS) dan PT Merpati Maintenance Facility (MMF).

Penandatanganan MoU ini dilakukan Direktur Utama GMF Juliandra, Direktur Utama NTP Dita Ardonni Jafri, General Manager SBU ACS PTDI Muhammad Fikri , Direktur Utama IAS Indar Atmoko dan Direktur Utama MMF Suharto.

Kelima perusahaan BUMN serta anak usaha BUMN yang bergerak di bidang perawatan pesawat terbang ini menandatangani kerja sama untuk pengembangan bisnis Maintenance, Repair & Overhaul (MRO) dan juga komponen pesawat baik untuk penerbangan sipil maupun militer.

Dalam nota kesepahaman tersebut GMF dipercaya sebagai koordinator dalam pelaksanaan kerja sama ini. Direktur utama GMF, Juliandra mengatakan bahwa ditunjuknya GMF menjadi koordinator dalam kerja sama strategis ini menunjukkan kepercayaan dan dukungan pemerintah dan juga para pelaku industri MRO kepada GMF terus bertumbuh.

“Kerja Sama strategis ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam membesarkan industri perawatan pesawat di Indonesia. Bagi GMF, kesempatan ini merupakan tantangan untuk terus mengembangkan perusahaan dengan scope kemampuan perawatan pesawat yang lebih besar lagi. Dengan sinergi ini kami berharap industri perawatan pesawat terbang dalam negeri dapat berkembang dan berinovasi bersama,” katanya.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media (PSIM) Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno mengatakan bahwa Indonesia Service Hub merupakan salah satu bentuk sinergi BUMN dalam mengembangkan industri perawatan pesawat dalam negeri.

“Kelima perusahaan ini memiliki potensi bisnis yang tinggi dengan kemampuannya masing-masing. Dengan bekerja sama tentu industri MRO dalam negeri akan menjadi lebih optimal baik dari segi pengembangan kapasitas dan kapabilitas maupun daya serap pasarnya,” kata Fajar.

Foto: Joe Roland S Bokau / Indoaviation.co.id

Be the first to comment

Leave a Reply