GMF Ingin Masuk 10 Bengkel Pesawat Terbesar di Dunia



Belum lama ini anak perusahaan Garuda Indonesia yang bergerak dalam bidang perawatan dan perbaikan pesawat, Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia, baru saja meresmikan pengoperasian hanggar keempatnya. Peresmian itu dilakukan pada 28 September 2015.

Menyusul pengoperasian hanggar keempat yang merupakan hanggar pesawat narrowbody terbesar di dunia karena mampu menampung hingga 16 pesawat, GMF AeroAsia juga ingin menjadi perusahaan perawatan dan perbaikan pesawat nomor 10 terbesar di dunia. Target itu dicanangkan terjadi pada 2030.

Direktur Utama GMF AeroAsiaRichard Budihadianto mengatakan bahwa target yang dicanangkan oleh perusahaan itu sesuai dengan arahan dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno yang ingin GMF AeroAsia menjadi bengkel pesawat kelas dunia. “Bu Menteri minta agar hanggar ini menjadi world class. Pelanggan kita saat ini berasal dari lima benua, 59 negara. Nanti kita targetkan masuk 10 besar dunia. Itu jadi cita-cita jangka menengah dan jangka panjang,” ungkap Richard.

Menurut Richard, saat ini GMF AeroAsia sudah masuk 25 besar bengkel pesawat terbesar di dunia. Pada 2020, dia menargetkan GMF AeroAsia menjadi bengkel pesawat terbesar ketiga di Asia Tenggara. “Pada 2020 kita sudah tiga besar Asia Tenggara. Sedangkan 10 besar dunia itu pada 2030. Kalau dikatakan berkelas global sih sudah global, tapi kita ingin masuk ranking 10 besar dunia. Kita sekarang nomor 25 besar dari ribuan perusahaan,” paparnya.

Foto: Himanda Amrullah/PhotoV2.com for Indo-Aviation.comĀ 

Be the first to comment

Leave a Reply