GMF Employee Club dan Manajemen GMF Selesaikan Perjanjian Kerja Bersama



GMF Aeroasia Employee Club. Foto: Reni Rohmawati.

Hanya dua hari, manajemen GMF AeroAsia dan GMF Employee Club (GEC) menyelesaikan pembahasan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) periode 2017-2019.

“Ini bahasan dengan waktu tercepat. Dialog antara serikat pekerja dan manajemen lancar. Biasanya bertahun-tahun karena pembahasannya tak efektif. Penyelesaian PKB yang singkat karena saluran-saluran komunikasi berjalan dengan baik,” tutur Haiyani Rumondang, Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial (PIH dan Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaandalam acara penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) GMF AeroAsia dengan GMF Employee Club (GEC) periode 2017-2019 di Hanggar 4 GMF Cengkareng, Selasa (1/8/2017).

Haiyani, yang hadir mewakili Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri itu menambahkan, keberhasilan mencapai titik yang harmonis dalam kesepakatan menjalankan perusahaan merupakan ujud keinginan kedua pihak untuk keberlangsungan dan kesuksesan usaha. “Kalau sepakat harus dipenuhi apa yang sudah disepakati itu,” ujarnya,

Kesepakatan itu, ucap Haiyani, menjadi satu kewajiban kedua pihak, yakni kewajiban untuk menyosialisasikan dan mengomunikasikannya. “Kami minta penghormatan pada kesepakatan itu dan klausul-klausulnya harus jelas agar tak diartikan lain-lain.”

Singkatnya pembahasan PKB itu, kata Direktur Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Kementerian Ketenagakerjaan John Saragih, karena sebelumnya sudah dilakukan dialog dan evaluasi pada periode sebelumnya. “Dari hasil evaluasi itulah lantas kami melakukan perbaikan dan dialog untuk mencapai kesepakatan,” jelasnya.

“Menjaga hubungan baik dengan karyawan menjadi salah satu fokus kami dalam menjalankan perusahaan,” ucap Iwan Joeniarto, Direktur Utama GM AeroAsia, usai menandatangani PKB tersebut bersama Ketua Umum Serikat Pekerja GMF (GMF Employee Club), Makhrus. Menurut Iwan, salah satu nilai perusahaan, yaitu Concern For People, menjadi landasan manajemen untuk terus memberikan perhatian lebih terhadap seluruh karyawan.

Hanya dua hari, manajemen GMF AeroAsia dan GMF Employee Club (GEC) menyelesaikan pembahasan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) periode 2017-2019. Foto: Reni Rohmawati.

Iwan pun menambahkan, menjaga hubungan baik itu terukur dengan pencapaian tingkat turn over GMF dalam Employee Effectiveness Survey (EES). Tahun 2016, tingkat turn over GMF dalam EES hanya 0,43 persen, bahkan tahun ini lebih sedikit lagi, yakni 0,19 persen. Selain itu, EES juga mengukur tingkat kepuasan pegawai terhadap perusahaan yang meningkat dari 71 persen tahun 2015 menjadi 74,5 persen tahun 2017.

“Ini baik sebagai indikasi adanya hubungan yang erat antara manajemen dan karyawan untuk mengembangkan dan memajukan GMF menjadi Top Ten MRO (maintenance repair overhaul) in the World,” ungkap Iwan.

GMF dengan lebih dari 4.700 karyawan di berbagai stasiun di dalam dan luar negeri memang membutuhkan percepatan kinerja untuk mencapai peringkat perusahaan MRO kelas dunia. “Tentu persoalannya kompleks dan Kemenaker berupaya membuat terobosan untuk membentuk sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing tinggi,” ujar Haiyani.

Kuartal Ketiga 2017, GMF Lepas Saham Ke Publik

Pada kuartal ketiga tahun 2017 ini, PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia (GMF) menargetkan melepas saham perdananya kepada publik.

GMF memang terus mencetak teknisi-teknisi perawatan pesawat terbang bersertifikasi dan memiliki kualifikasi kelas dunia. Dengan berkembangnya bisnis GMF dan akan memiliki footprint
internasional di beberapa negara, ucap Iwan, mutlak dibutuhkan kesiapan SDM
kompeten di bidangnya dan berdaya saing tinggi.

“Kami berkomitmen terus membangun budaya kerja yang kondusif dan menjalankan program-program ketenagakerjaan yang nantinya bisa mencetak global leaders. Kami membutuhkan dukungan pemerintah agar dapat terus menghasilkan anak bangsa yang berkualitas tingkat dunia,” ucap Iwan.

Iwan menjelaskan, “Sejak tahun 2013 GMF memperhatikan pengelolaan SMK3 dengan membentuk organisasi khusus yang mengelola Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang telah diaudit oleh Badan Sertifikasi SMK3 dan OHSAS 18001:2007 pada November 2014 dan dinyatakan berhasil dalam penerapannya dengan nilai sangat baik atau dalam kategori bendera emas.”

Pengembangan berkelanjutan juga terus berjalan dalam Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di GMF demi mencapai Nihil Kecelakaan (Zero Accident) tahun 2017. “GMF telah mencapai jam kerja aman sampai dengan 27 juta jam kerja aman sejak Oktober 2015,” ungkap Iwan.

Be the first to comment

Leave a Reply