Global Aviation Wisuda 22 Pilot Baru



Wisuda pilot baru lulusan Global Aviation. Foto: Reni Rohmawati.

Global Aviation Flying School menambah jumlah pilot baru di Indonesia.  Kali ini Global Aviation meluluskan 22 siswa pilot, terdiri dari delapan siswa Batch VI dan 14 siswa Batch VII. Para siswa menempuh pendidikan selama 16 bulan dengan memperoleh 688 jam pelajaran di kelas (ground) dan 200 jam terbang.

“Jangan berbangga diri karena ini baru jenjang awal untuk menghadapi masa depan. Kerja keras, attitude yang baik, disiplin, skill yang terasah, dan perluas wawasan tanpa henti. Itu yang harus dilakukan,” ucap Capt A Moekmin, Kepala Sekolah Global Aviation Flying School, saat wisuda pilot-pilot baru dari Batch VI dan Batch VII  di Tangerang, Kamis 2 November 2017. Lulusan Batch VI mulai menjalani pendidikan pada Januari 2016 dan selesai pada April 2017, sedangkan Batch VII memulainya pada Juni 2016 dan selesai pada Oktober 2016.

Selama empat tahun berkiprah, Global Aviation sudah meluluskan 87 siswa pilot, termasuk yang diwisuda hari ini. “Mereka sudah bekerja di berbagai airlines nasional. Tersebar, walaupun di setiap airlines belum banyak,” ujar Capt Widiastuti, Direktur Global Aviation.

Walaupun saat ini persaingan untuk masuk ke maskapai penerbangan sangat ketat, tapi para siswa optimis. Karin Amanda, salah seorang wisudawati pilot Batch VI misalnya, menyatakan ajakannya pada teman-teman dan dirinya untuk berjuang bersama serta terus belajar dan menambah ilmu pengetahuan agar waktu mereka tidak sia-sia.

Global Aviation yang berkantor pusat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, memiliki tiga basis pelatihan. Ketiga training base itu adalah di Bandara Budiarto Curug untuk pelajaran di kelas, serta di Bandara Cakrabuwana di Cirebon dan Bandara Trunojoyo di Sumenep untuk latihan terbang.

“Kami ingin memidahkan base training yang di Sumenep ke Tasikmalaya (Bandara Wiriadinata). Untuk itu, kami sudah melayangkan surat ke KSAU,” kata Capt Widiastuti, yang tetap berupaya agar sekolah pilot yang dikelolanya tetap bertahan di tengah kondisi sulitnya pilot ab initio mendapat tempat di maskapai penerbangan.

Saat ini, ada tiga batch berjumlah 25 siswa yang masih menjalani pendidikan di Global Aviation. Batch 10 baru masuk sebulan lalu. Global Aviation juga menyelenggarakan pendidikan Ground ATPL (Air Transport Pilot License), selain untuk mendapatkan CPL-IR (Commercial Pilot License-Instrument Rating) yang sudah dikantongi para siswa pilot yang diwisuda itu.

Be the first to comment

Leave a Reply