Gempa Lombok Tak Merusak Fasilitas Bandara




Gempa Lombok pagi ini. Pusat gempa Mag:5.2, 20-Agu-18 08:30:32 WIB, Lok:8.27 LS, 116.73 BT (Pusat gempa berada di laut 32 km TimurLaut Lombok Timur), Kedlmn:10 Km Dirasakan (MMI) III Mataram, III Lombok Barat, III Lombok Timur, III Lombok Tengah, III Sumbawa, II Kuta, II Denpasar, II Karangasem. Foto: Dok. BMKG.

Pasca gempa bumi berkekuatan 6,7 SR pada Sabtu dini hari (18 Agustus 2018) pukul 02.00 WITA yang mengguncang Nusa Tenggara Timur, Direktorat Jenderal Perhubungaan Udara melalui Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali memastikan segala fasilitas dan operasional di l Bandara Ngurah Rai Bali, Bandara Internasinal Lombok, Bandara Eltari Kupang dan bandara lain yang berada di sekitar sumber gempa dalam kondisi normal. Operasional penerbangan pun berjalan normal.

Pasca gempa sabtu itu, gempa-gempa susulan masih terus terjadi. Gempa susulan terjadi kemarin siang  sebanyak dua kali. Pertama pada pukul 11:06 WIB, dengan magnitudo 5,4 SR, yang kedua pukul 11:10 dengan magnitudo lebih besar yaitu 6,5 SR. Berdasar data BMKG, sumber gempa berada di laut Lombok Timur.

Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali yang membawahi wilayah Bali, NTT dan NTB, Herson mengatakan bahwa setelah gempa terjadi, personel di lapangan langsung melakukan patroli guna mengecek fasilitas baik sisi darat maupun sisi udara serta kegiatan operasional pada bandara-bandara yang berada di bawah koordinasi Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV.

Dari hasil pantauan pada gedung terminal, baik internasional maupun domestik serta pantauan sisi udara seperti runway dan fasilitas navigasi dinyatakan aman dan tidak ditemukan kerusakan pasca gempa susulan tersebut sehingga kegiatan operasional penerbangan dinyatakan aman untuk beroperasi.

“Habis gempa susulan tadi siang, saya langsung minta kepada seluruh tim untuk mengecek semua fasilitas di Bandara, sama seperti gempa sebelumnya kemarin. Tidak ada fasilitas yang rusak baik sisi darat maupun udara sehingga kegiatan penerbangan dinyatakan aman untuk dioperasikan, itu yang saya laporkan juga ke pimpinan saya, Dirjen Perhubungan Udara”, ujarnya.

Hal senada ditegaskan oleh Pelaksana Tugas Dirjen Perhubungan Udara, M. Pramintohadi Sukarno. Sebagai antisipasi, Praminto meminta seluruh stakeholder penerbangan untuk selalu waspada akan kemungkinan gempa susulan kembali maupun dampak gempa terhadap sarana dan prasarana penerbangan. Pramintohadi juga meminta agar terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait dan secara seksama memeriksa seluruh sarana dan prasarana penerbangan agar pelayanan terhadap pengguna jasa penerbangan tetap berjalan normal.