Geliat Jembatan Ampera Palembang



Salah satu landmark ibukota Sumatera Selatan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi penduduk kota. Perubahan terjadi, arus deras modernisasi merasuki generasi muda kota ini.

Saya tidak bisa membayangkan, visualisasi dari sebuah cerita masa lalu yang menyebutkan bahwa sebuah pesawat jet temput MIG AURI pernah melintas di kolong jembatan Ampera Palembang di memberikan motivasi postif yang tentu saja juga mendatangkan efek distorsi yang meluluh lantakkan.

Tak terbayangkan bagaimana huru-hara yang terjadi jika kejadian masa lampau tersebut (yang tidak terekam oleh sebuah bukti fotografi atau video) tersebut terjadi di era digital dan instan masa kini dimana foto dan video berikut wadah sosial media dengan ganas dan liarnya dapat merekam setiap sudut terkecil kehidupan masyarakat digital saat ini bagaikan sebuah kamera pengintai yang tak terlihat yang berada di setiap sudut terkecil kehidupan masyarakat modern.

Palembang telah banyak berubah sejak saya terakhir mengunjungi nya 14 tahun silam. Disudut kota telah banyak saya temukan perubahan-perubahan positif menuju kota modern, sementara di tempat tinggal orang tua saya, banyak bangunan bersejarah yang sangat berarti bagi kisah keluarga kami sudah rata dengan tanah karena tuntutan perkembangan zaman.

Masyarakat dan pemuda kota Palembang menjadi semakin dinamis, walaupun masih sering saya dengar cerita kriminalitas yang terjadi di sudut-sudut kota.

“Mereka para pelaku kriminal itu sebagian besar adalah warga pendatang dari dusun luar Palembang yang gagal mencari pekerjaan dan telah terdesak oleh tuntutan kehidupan”

Begitulah kata paman saya yang telah lama ikut membangun kota ini. Palembang adalah kota yang memiliki ikatan batin dan jiwa dengan saya, cikal-bakal keluarga besar saya bermula dari kota ini, semua jejak langkah yang saya lakukan hingga dapat melihat ke segala penjuru dunia, bermula dari kota di selatan pulau Sumatera ini.

Photo & Text: Himanda Amrullah